nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kerdilkan Citra Wartawan, Kapolri Diminta Tindak Tegas Kapolres Waykanan

Sigit Dzakwan, Jurnalis · Rabu 30 Agustus 2017 03:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 30 340 1765799 kerdilkan-citra-wartawan-kapolri-diminta-tindak-tegas-kapolres-waykanan-tNXnlcSTqG.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

KOTAWARINGIN BARAT - Aksi arogan yang dilakukan Kapolres Waykanan, Lampung AKBP Budi Asrul Kurniawan yang merendahkan profesi wartawan dengan umpatan kata kata kotor membuat seluruh wartawan se-Indonesia meradang.

Tak terkecuali puluhan wartawan media cetak dan elektronik yang bertugas di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Selasa (29/8/2017) sore puluhan pewarta ini menggelar demo damai dan berorasi di Bundaran Pancasila Pangkalan Bun. Mereka mengutuk keras ujaran kebencian yang diucapkan oknum kapolres tersebut kepada profesi wartawan di hadapan dua jurnalis yang sedang bertugaas.

"Negara kita negara demokrasi. Sedangkan polisi sebagai aparat pengawal demokrasi, kalau polisi sendiri berbuat melawan hukum dalam bentuk intimidasi verbal kepada wartawan, bagaimana jadinya ke depan," ujar wartawan Kompas.com, Budi Baskoro Nugroho usai berorasi di bundaran Pancasila, Senin (29/8/2017).

Ia mengatakan, wartawan merupakan penyambung informasi kepada masyarakat. Peran, tanggung jawab dan tugas wartawan dalam membangun bangsa dan negara sudah sangat jelas, yakni turut mengawal segala kebijakan yang pro rakyat dan pro masyarakat yang lebih besar.

"Seharusnya intimidasi dalam bentuk apapun kepada wartawan tak perlu terjadi. Apalagi dilakukan pejabat sekaligus aparat penegak hukum," lanjutnya.

Sementara itu, wartawan lainnya, Koko Sulistyo mengatakan, kejadian di Waykanan yang dilakukan oknum kapolres merupakan bentuk nyata masih adanya upaya upaya pembungkaman kepada wartawan terkait tugasnya mencari informasi untuk masyarakat luas.

"Ini sebagai bentuk upaya pengkerdilan terhadap kinerja wartawan di lapangan. Sebab di rekaman suara tersebut terdengar adanya larangan pengambilan video oleh oknum kapolres tersebut. Padahal itu di ruang publik yang seharusnya wartawan bisa mengambil video apapun," terang Koko usai berorasi.

Ia mewakili wartawan Kobar mengutuk keras apa yang dilakukan Kapolres Waykanan tersebut dan mendesak Kapolri dan Kapolda Lampung menindak tegas oknum kapolres tersebut sesuai aturan yang berlaku.

"Kami minta Kapolri dan Kapolda Lampung menindak tegas sang Kapolres Waykanan. Sehingga ke depan tak ada terulang lagi," ungkapnya.

Dalam aksi ini puluhan aparat dari Polres Kobar tampak berjaga jaga di sekitar Bundaran Pancasila. Namun hingga pukul 16.00 WIB aksi berlangsung damai dan lancar.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini