nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tawuran di Johar Baru saat Idul Adha, Polisi Tangkap 10 Pelaku

Muhamad Rizky, Jurnalis · Minggu 03 September 2017 14:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 03 338 1768412 tawuran-di-johar-baru-saat-idul-adha-polisi-tangkap-10-pelaku-OSXCnJisdS.jpg Polisi Tangkap 10 Pelaku Tawuran di Johar Baru (Foto: Riski/Okezone)

JAKARTA - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Pusat menangkap 10 orang pelaku tawuran antar warga di Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, Minggu, (3/9/2017). Adapun pelaku yang ditangkap merupakan warga RW 04 dan 07 Johar Baru, Jakarta Pusat.

Tawuran tersebut terjadi bertepatan dengan hari raya Idul Adha pada Jumat, (1/09/2017) sekira pukul 16.00 WIB yang melibatkan warga RW 04 Kampung Rawa (warga Lepoy) dengan warga RW 07 (Gang Buntu) Jalan Rawa Selatan II.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Suyudi Ario Seto mengatakan, penangkapan pelaku terungkap setelah dilakukan investigasi Tim Alpha Reskrim Polres Metro dengan melakukan penyisiran, penggeledahan dan penangkapan terhadap pelaku tawuran.

"Dari 10 orang pelaku masing-masing 5 orang dari RW 04 dan lima orang RW 07," kata Suyudi di Jalan Kampung Rawa Selatan Buntu, Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Suyudi menambahkan, saat ini pihaknya masih mencari dua orang lagi yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Dean dan Anton. "Keduanya merupakan warga RW 04 yang memprovokasi melempar genteng kepada warga RW 07 sehingga terjadi tawuran," sambungnya.

Guna mengantisipasi tawuran lainnya Polres Metro Jakarta Pusat telah menyiagakan dua pleton anggota polisi guna berjaga jaga. "Kita sudah siapkan dua pleton Shabara Polda baik unit terbuka maupun unit tertutup," terangnya.

Suyudi menambahkan, pihaknya juga telah memerintahkan anggota pihak kepolisian untuk mengambil tindakan tegas berupa tembak di tempat jika tawuran tersebut membahayakan masyarakat dan anggota. "Saya sudah perintahkan yang membahayakan warga dan petugas tembak di tempat," tegas Suyudi.

Suyudi juga mengajak warga untuk bekerjasama dalam mengantisipasi tawuran. Menurutnya tawuran merupakan persoalan sosial yang mesti dihadapi bersama bukan hanya pihak kepolisian. "Untuk itu saya berharap para warga untuk bisa menahan diri ketika terjadi tawuran di lingkungannya," tambahnya.

Adapun polisi juga mengamankan barang bukti yang dipakai tawuran yakni berupa satu buah ketapel, kelereng, botol minum, batu, senjata tajam samurai klewang pisau, bambu, petasan dan lainnya. Para pelaku tawuran dapat dikenakan UU darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman 12 tahun penjara dan Pasal 170 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini