nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Duh! 2 Mahasiswa Indonesia Dipulangkan Pemerintah Mesir Tanpa Alasan, Kok Bisa?

Agregasi Antara, Jurnalis · Senin 04 September 2017 12:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 04 65 1768836 duh-2-mahasiswa-indonesia-dipulangkan-pemerintah-mesir-tanpa-alasan-kok-bisa-NFsGi2iEHh.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

PADANG - Dua mahasiswa asal Indonesia dipulangkan pemerintah Mesir. Mereka, Muhammad Hadi dan Nurul Islam Elfis tiba di Bandara Internasional Minangkabau pada Minggu, 3 September 2017.

Berdasarkan pengakuan kedua mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Mesir tersebut, mereka ditangkap saat berbelanja di Kota Aga. Mereka mengaku tak mengetahui alasan penangkapannya tersebut.

Tiba di Padang, salah satu mahasiswa Muhammad Hadi mengaku masih ingin melanjutkan studi di Mesir.

"Kami berharap bisa melanjutkan kuliah di Mesir, karena untuk kuliah di sana tidak mudah," kata Muhammad Hadi, baru-baru ini.

Namun, untuk saat ini mereka mengaku hanya ingin istirahat bersama keluarga hingga urusan kelanjutan studi di Mesir mendapat kepastian.

Sementara Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengatakan pihaknya akan mengupayakan langkah-langkah dengan Kementrian Luar Negeri untuk membantu rencana kelanjutan studi dua mahasiswa tersebut di Mesir.

Irwan melanjutkan, pihaknya mengajukan dua alternatif bagi mahasiswa tersebut yakni melanjutkan studi di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol atau melanjutkan studi di Mesir.

"Kalau mau di UIN, kita fasilitasi. Tapi karena mau lanjut di Mesir kami juga coba komunikasikan dengan Kememlu," lanjutnya.

Ia mengatakan, kemungkinan keduanya melanjutkan studi di Mesir masih terbuka. Sebab, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah menjamin mereka tak terlibat paham bertentangan dengan pemerintah Mesir.

Sebelumnya, dua mahasiswa asal Sumatera Barat (Sumbar) tersebut ditangkap otoritas keamanan Mesir sejak 1 Agustus 2017. Mereka kemudian dipulangkan pemerintah Mesir melalui diplomasi oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI. Keduanya tiba di Minangkabau sejak Minggu, 3 September 2017.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini