Image

Sidang Lanjutan, MK Kembali Tayangkan Video Muktamar HTI

Reni Lestari, Jurnalis · Rabu, 6 September 2017 - 13:58 WIB
Sidang lanjutan HTI di MK (foto: Reni/Okezone) Sidang lanjutan HTI di MK (foto: Reni/Okezone)
 

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi menggelar sidang pengujian Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Perppu Ormas) yang diajukan oleh sejumlah pihak, Rabu (6/9/2017).

Salah satunya, pemohon Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto melalui kuasa hukumnya, yakni Yusril Ihza Mahendra.

Sebelum mendengarkan keterangan ahli dan saksi, Yusril meminta majelis sidang agar kembali menayangkan potongan video yang diputar pada sidang sebelumnya, Rabu 30 Agustus 2017. Video tersebut merupakan cuplikan Muktamar HTI yang digelar di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 2013.

 (Baca juga:  Gugatan Perppu Ormas, Yusril Sebut Video HTI Tahun 2013 Tak Relevan Dijadikan Bukti)

Yusril mengatakan, video itu penting ditayangkan kembali karena berkaitan dengan kesaksian yang akan dikatakan para saksi, yakni Farid Wajdi dan Abdullah Fanani. Keduanya merupakan anggota HTI.

"Karena video itu perlu diterangkan oleh saksi dalam sidang kali ini, mohon diizinkan yang mulia," kata Yusril kepada majelis sidang.

 (Baca juga: Di Sidang MK Mendagri Tayangkan Bukti Video Kegiatan 2013, HTI Protes Keras)

Wakil ketua MK, Anwar Usman selaku pimpinan sidang mengizinkan video tersebut kembali diputar di persidangan.

"Supaya berimbang karena kemarin diberi kesempatan, (sekarang) sama juga, silakan," ucap Anwar.

Video tersebut diketahui menampilkan seorang petinggi di organisasi tengah berorasi mengenai empat pilar Khilafah yang memerintahkan massa HTI melakukan perubahan. Usai penayangan video, Yusril menanyakan beberapa hal terkait video tersebut kepada saksi.

"Saudara saksi, apakah saudara telah menyimak dengan seksama video yang ditayangkan di ruangan ini?," tanya Yusril kepada saksi, Farid Wajdi.

Farid memebenarkan bahwa kegiatan dalam video tersebut merupakan Muktamar Khilafah yang dilaksanakan pada Minggu, 2 Juni 2013. Adapun orang yang menyampaikan pidato adalah Rahmat Kurnia, salah satu pengurus HTI.

"Saat itu menjadi Ketua Umum HTI," kata Farid.

Yusril kemudian bertanya mengenai sikap pemerintah usai kegiatan Muktamar pada Muktamar HTI pada 2013 lalu tersebut. Farid menerangkan, usai kegiatan tersebut HTI belum pernah mendapatkan teguran. Bahkan kepolisian masih memberikan izin atas berbagai kegiatan HTI.

Yusril pun menyoroti soal pidato yang disampaikan Rahmat Kurnia sebagaimana ditayangkan dalam video.

"Apakah ceramah tentang khilafah, pernah dipermasalahkan atau dimintai keterangan, diiterogasi oleh aparat penegak hukum sejak tahun 2013 itu?," tanya Yusril lagi.

Farid pun mengaku belum pernah ada teguran yang disampaikan ke HTI terkait pidato dan seruan khilafah. Terkait seruan khilafah, kata Farid, hanya salah satu bagian dari dakwah yang disampaikan oleh pimpinan HTI.

"Sebenarnya khilafah ini menjadi salah satu bagian saja dari dakwah yang disampaikan HTI, kami sebagimana Ormas Islam yang lain dalam dakwah kami menyerukan Islam secara totalitas aqidah, mualamah, fiqih, sejarah, syariah. Jadi, khilafah salah satu bagian saja dari dakwah yang diserukan HTI," jelas dia.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming