Image

Saling Bersaing, Koalisi Pemerintahan Sukar Terjadi di Pilkada 2018

Febrianto, Jurnalis · Kamis, 7 September 2017 - 05:25 WIB
Saling Bersaing, Koalisi Pemerintahan Sukar Terjadi di Pilkada 2018
JAKARTA - Koalisi pemerintahan dicoba dilakukan di beberapa pilkada, terutama pada 2018 mendatang. Namun untuk meujudkan koalisi pemerintahan, sepertinya akan menemui jalan berliku.
"Pada pilkada DKI pernah dicoba, namun akhirnya gagal. Koalisi memang coba dibangun tapi bila melihat perkembangan, sulit terjadi," kata pengamat politik dari LIPI, Siti Zuhro, kepada Okezone, Kamis (7/9/2017).
Hal yang wajar koalisi pemerintahan akan coba dibuat, mengingat ada rentan waktu setahun pilkada 2018 menuju pemilihan langsung nasional 2019. 
"Ada keinginan untuk mempertahankan koalisi pemerintahan diturunkan ke pilkada 2018," ucapnya.
Sejauh ini, pilkada 2018 belum masuk dalam tahapan pendaftaran bakal calon. Tiap-tiap partai masih menimbang dan melakukan penjajakan dalam memunculkan jagonya masing-masing.
"Bahwa akan ada persaingan, itu akan terjadi. Karena tiap partai akan berkompetisi memenangkan calonnya sendiri," ujarnya.
Bila melihat Pilkada Jawa Barat, sejauh ini baru hanya Partai Nasdem yang ada di pemerintahan mendukung Ridwan Kamil sebagai bakal calon gubernur. Sementara, PDIP digadang-gadang akan merapatkan barisan mendukung Dedi Mulyadi sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat.
Pilkada 2018 akan berlangsung di 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota. Untuk perseorangan, KPU akan membuka syarat dukungan dari 22-26 November 2017. Sedangkan bakal calon dari partai politik, KPU akan membuka pendaftaran 8-10 Januari 2018. (feb)

JAKARTA - Koalisi pemerintahan dicoba dilakukan di beberapa pilkada, terutama pada 2018 mendatang. Namun untuk meujudkan koalisi pemerintahan, sepertinya akan menemui jalan berliku.

"Pada pilkada DKI pernah dicoba, namun akhirnya gagal. Koalisi memang coba dibangun tapi bila melihat perkembangan, sulit terjadi," kata pengamat politik dari LIPI, Siti Zuhro, kepada Okezone, Kamis (7/9/2017).

Hal yang wajar koalisi pemerintahan akan coba dibuat, mengingat ada rentan waktu setahun pilkada 2018 menuju pemilihan langsung nasional 2019. 

"Ada keinginan untuk mempertahankan koalisi pemerintahan diturunkan ke pilkada 2018," ucapnya.

Sejauh ini, pilkada 2018 belum masuk dalam tahapan pendaftaran bakal calon. Tiap-tiap partai masih menimbang dan melakukan penjajakan dalam memunculkan jagonya masing-masing.

"Bahwa akan ada persaingan, itu akan terjadi. Karena tiap partai akan berkompetisi memenangkan calonnya sendiri," ujarnya.

Bila melihat Pilkada Jawa Barat, sejauh ini baru hanya Partai Nasdem yang ada di pemerintahan mendukung Ridwan Kamil sebagai bakal calon gubernur. Sementara, PDIP digadang-gadang akan merapatkan barisan mendukung Dedi Mulyadi sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat.

Pilkada 2018 akan berlangsung di 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota. Untuk perseorangan, KPU akan membuka syarat dukungan dari 22-26 November 2017. Sedangkan bakal calon dari partai politik, KPU akan membuka pendaftaran 8-10 Januari 2018. (feb)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming