Image

Duh! Polisi Sebut Bos First Travel Tutup-tutupi Sejumlah Aset

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis, 7 September 2017 - 09:44 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul. Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul.

JAKARTA – Bos PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) menutup-menutupi sejumlah aset yang dimiliki saat diperiksa oleh penyidik kepolisian.

"Ada beberapa pengakuan yang disampaikan oleh tersangka, tapi tidak semua yang dijelaskan oleh tersangka, ada yang ditutup-tutupi," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (6/9/2017).

Lantaran sikap tak kooperatif para tersangka, Martinus menjelaskan hal tersebut menghambat kinerja penyidik dalam mengungkap seluruh aset yang diduga didapatkan dari hasil menipu para jamaah.

(Baca Juga: Kasus First Travel, Kabareskrim Pastikan Tersangka Dijerat Pasal Pencucian Uang)

Oleh sebab itu, hingga saat ini polisi masih terus fokus menelusuri seluruh aset bos dari First Travel. Dalam penelusurannya, Martinus meminta masyarakat untuk memberitahukan kepada polisi jika mengetahui keberadaan aset yang terlibat dalam kejahatan First Travel.

Tujuannya, kata Martinus, agar penyidik bisa menambah barang bukti yang akan diserahkan ke pihak kejaksaan dalam menjerat bos First Travel dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU) First Travel.

"First Travel perkembangannya sampai saat ini kami terus mencari aset-asetnya," kata Martinus.

(Baca Juga: Alasan Kenapa Menelusuri Aset Tersangka Sangat Penting dalam Kasus First Travel)

Sejauh ini polisi telah menyita beberapa aset terkait First Travel, di antaranya satu unit rumah di Jalan Venesia Selatan No. 99 Sentul City Rt 001/005, Sumur Batu, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat. Satu unit rumah atau kantor First Travel di Jalan Radar Auri No. 1 Cimanggi, Depok, Jawa Barat.

Satu unit rumah di Cluster Vasa Kebagusan, Jalan Kebagusan Dalam IV No 550, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Satu unit rumah di Jalan RTM, Tugu, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Kemudian untuk delapan perusahaan antara lain PT Interculture Tourindo, PT Yamin Duta Makmur, PT Hijrah Bersama Taqwa, PT Bintang Balindo Semesta, PT Anugerah Nusantara Mandiri Prima, PT Anugerah Karya Teknologi, PT Anniesa Hasibuan Fashion, Yayasan First.

Tak hanya itu, aparat juga telah menyita lima mobil, lalu memblokir 13 rekening dengan rincian tiga rekening atas nama tersangka Andika, dua atas nama tersangka Anniesa, satu atas nama Kiki Hasibuan. Lalu, tiga rekening atas nama PT Anniesa Hasibuan dan empat rekening atas nama PT First Anugerah Travel.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming