Image

Mantap, Kanselir Jerman Angela Merkel Berencana Kurangi Efek Pencemaran Udara dari Mesin Diesel

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Jum'at, 8 September 2017 - 08:15 WIB
Mesin diesel VW (Carscoops) Mesin diesel VW (Carscoops)

BERLIN - Kanselir Jerman, Angela Merkel berencana untuk mengurangi pencemaran udara yang berasal dari mobil-mobil bermesin diesel. Saat pertemuan dengan Wali Kota dari 30 kota besar di Jerman, Merkel berjanji akan melipatgandakan jumlah dana yang dialokasikan khusus untuk melawan polusi udara.

Sebagaimana diberitakan Carscoops, sejak skandal emisi mobil diesel Volkswagen, banyak warga Eropa yang jatuh cinta dengan mesin diesel, termasuk anggota pemerintahan dan para eksekutif industri. Mereka percaya bahwa bahan bakar merupakan jembatan sebelum semua kendaraan listrik mendominasi pasar.

(Baca juga: Volkswagen Berencana Suntik Mati Mesin Diesel)

Volkswagen, Daimler dan BMW telah sepakat meningkatkan perangkat lunak untuk jutaan kendaraan diesel. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengurangi polusi udara.

Menurut pemimpin Partai Hijau Katrina Goring Eckardt, "Apa yang telah diputuskan oleh pemerintah kota untuk jangka pendek dan tidak akan mencegah larangan penggunaan mobil bermesin diesel,"

Dia menambahkan, contoh di Stuttgart saat ini undang-undang untuk melarang kendaraan diesel sedang dalam proses. Di Munich, pemerintahnya tengah mempertimbangkan untuk melarang kendaraan diesel berjalan.

Sementara itu beberapa produsen mobil telah menyatakan tidak akan menawarkan mesin diesel lagi, karena dinilai kotor. Hakan Samuelsson Chief Executive Volvo memprediksi bahwa mesin diesel akan mati setelah 2020.

"Kami harus membuat mesin diesel dengan NOx sama seperti mesin bensin, namun itu akan membuat mesin diesel lebih mahal harganya. Dalam jangka panjang itu akan menjadi hal yang negatif," katanya.

(Baca juga: Volvo Stop Mengembangkan Mesin Diesel)

Menurut Samuelsson, mesin diesel akan memainkan peranan pentingnya sebagai sumber tenaga penggerak. Tapi dalam waktu panjang perannya akan digantikan dengan listrik atau hybrid.

"Sampai 2020 diesel akan terus memiliki bagian yang sangat penting untuk menggerakkan kendaraan. Setelah itu mesin hybrid dan semua mobil listrik akan menjadi lebih menguntungkan biaya pengeluaran. Ketika emisi gas buang dituntut turun di bawah 95 g/km saya yakin mesin diesel tidak bisa membantu kami," terang dia. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming