Share

Tragedi Rohingya, Malala Yousafzai: Kita Tidak Bisa Diam, yang Mengungsi Sudah Ratusan Ribu!

Agregasi Sindonews.com, · Jum'at 08 September 2017 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 08 18 1771790 tragedi-rohingya-malala-yousafzai-kita-tidak-bisa-diam-yang-mengungsi-sudah-ratusan-ribu-iHpn4stS7Y.jpg Malala. (Foto: AFP)

LONDON - Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai mengatakan, masyarakat global perlu diintervensi untuk melindungi minoritas Muslim Myanmar. Ia pun meminta tanggapan dunia internasional terhadap kekerasan yang terjadi di Myanmar.

"Kita tidak bisa diam sekarang. Jumlah orang yang telah mengungsi adalah ratusan ribu. Saya pikir kita bahkan tidak bisa membayangkan untuk sesaat seperti apa kewarganegaraan Anda, hak Anda untuk tinggal di negara, benar-benar ditolak," kata Malala seperti dilansir dari BBC, Jumat (8/9/2017).

"Ini harus menjadi isu hak asasi manusia. Pemerintah harus bereaksi terhadapnya. Orang-orang mengungsi, mereka menghadapi kekerasan. Anak-anak dirampas pendidikan, mereka tidak dapat menerima hak-hak dasar dan hidup dalam situasi terorisme, bila ada begitu banyak kekerasan di sekitar Anda, sangat sulit dilakukan," sambungnya.

(Baca juga: Wah! Muncul Petisi Seret Suu Kyi ke Mahkamah Internasional, Sudah Diteken 310 Ribu Orang)

Dia pun mendesak pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, untuk berbicara kepada Rohingya.

"Kita perlu bangun dan meresponsnya dan saya berharap Aung San Suu Kyi juga meresponsnya," pungkasnya.

Ini adalah kedua kalinya Malala meminta Suu Kyi untuk angkat bicara terkait Rohingya. Sebelumnya Malala mengatakan dunia sedang menunggu untuk Aung San Suu Kyi bertindak.

Baca juga: Bungkam Sekian Lama, Akhirnya Aung San Suu Kyi Angkat Bicara soal Rohingya)

Pada hari Kamis, Aung San Suu Kyi mengucapkan pidato pertamanya tentang krisis di Rakhine sejak tindakan keras pemerintah dimulai bulan lalu.

"Sedikit tidak masuk akal untuk mengharapkan kami menyelesaikan masalah ini dalam 18 bulan. Situasi di Rakhine sudah seperti itu sejak beberapa dekade. Ini kembali ke zaman pra-kolonial," katanya. (qlh)

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini