Image

Usut Korupsi E-KTP, KPK Panggil Politikus Demokrat Mirwan Amir dan Sopir Pejabat Kemendagri

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 08 September 2017, 11:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 08 337 1771826 usut-korupsi-e-ktp-kpk-panggil-politikus-demokrat-mirwan-amir-dan-sopir-pejabat-kemendagri-NOqn3XxcrB.jpg Politikus Demokrat Mirwan Amir (kiri) saat di KPK (Heru/Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Mirwan Amir. Politikus Demokrat itu akan diperiksa sebagai saksi korupsi proyek pengadaan e-KTP untuk tersangka Setya Novanto (SN).

"Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka SN," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (8/9/2017).

Dalam dakwaan dua terdakwa korupsi e-KTP, Irman dan Sugiharto, nama Mirwan Amir disebut turut kecipratan uang panas sebesar 1,2 juta Dollar Amerika dari proyek tahun anggaran 2011-2012 itu. Uang tersebut diserahkan oleh pengusaha Andi Narogong.

Selain menagendakan pemeriksaan terhadap Mirwan Amir, penyidik juga memanggil saksi-saksi lainnya yakni, sopir Ditjen Dukcapil Kemendagri, Mulyadi, dan seorang wiraswasta Setyo Dwi Suhartono‎.

 (Baca juga: KPK Atur Strategi Jerat Keterlibatan Pihak Lain di Kasus E-KTP)

"Keduanya juga diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka SN," pungkas Febri.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka. Kelima tersangka tersebut yakni, dua mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto, seorang pengusaha, Andi Agustinus alias Andi Narogong, serta dua anggota DPR, Setya Novanto dan Markus Nari.

 (Baca juga: Mengejutkan, Farhat Abbas Ungkap Miryam Haryani Cabut BAP untuk Menutupi Aliran Dana Korupsi E-KTP)

Irman dan Sugiharto telah divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi proyek e-KTP secara bersama-sama hingga merugikan negara Rp2,3 triliun. Keduanya mantan pejabat Kemendagri tersebut dijatuhkan pidana tujuh dan lima tahun‎ penjara.

Sedangkan, pengusaha Andi Narogong telah didakwa oleh Jaksa KPK. ‎Andi didakwa sebagai pengatur tender proyek e-KTP yang memenangkan sejumlah perusahaan untuk ikut bermain dalam proyek ini. Atas perbuatan itu, negara mengalami kerugian Rp2,3 triliun.

Selanjutnya, KPK masih melakukan proses penyidikan terhadap dua tersangka dari anggota DPR yakni Setya Novanto dan Markus Nari. Penyidik masih akan mengumpulkan alat bukti serta keterangan dari para saksi-saksi sebelum berkas keduanya dilimpahkan ke pengadilan.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini