nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan Polisi Keukeuh Tahan Alfian Tanjung

Badriyanto, Jurnalis · Jum'at 08 September 2017 15:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 08 338 1772011 ini-alasan-polisi-keukeuh-tahan-alfian-tanjung-9sIFXrQNzj.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo (foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono tidak mempersoalkan sikap ustad Alfian Tanjung yang menolak tanda tangani surat penangkapan kepolisian atas kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan kader PDI Perjuangan.

Menurut Argo, penangkapan dan penanganan Alfian Tanjung sudah sesuai prosedur. Argo persilakan dosen Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka (Uhamka) itu menempuh Preperadilan apabila merasa tidak terima dengan penangkapan yang dilakukan kepolisian.

"Silakan kalau tidak terima. Ada apa? ada preperadilan," ungkap Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (8/9/2017).

Argo membeberkan alasan polisi menangkap dan menahan Alfian Tanjung. Penahanan terhadap seorang tersangka merupakan kewenangan penyidik, penyidik mempunyai pertimbangan sendiri seperti dikhawatirkan yang bersangkutan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Berkaitan dengan pemahaman Alfian Tanjung, yang bersangkutan terbukti mengulangi perbuatannya, mencuit provokatif saat dibebaskan oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Polisi tidak mau kecolongan lagi sehingga terpaksa menahan Alfian Tanjung Tanjung.

"Dua kali kan di Surabaya, sudah bebas eh malah diulangi lagi. Ini karena di Surabaya kita tahan di sini, nanti kalau sudah selsai berkasnya kita kirim lagi," bebernya.

Seperti diketahui, Alfian Tanjung dijemput paksa di rumah tahanan (rutan) kelas I Madaeng, Sidoarjo, Jawa Timur dan dibawa ke Jakarta karena berstatus tersangka kasus ujaran kebencian.

Penjemputan dilakukan setelah hakim PN Surabaya membebaskan Alfian Tanjung melalui sidang pembacaan eksepsi dalam kasus ujaran kebencian atas materi ceramahnya yang berisi tentang PKI di Masjid Mujahidin, Surabaya pada 26 Februari 2017.

Saat dilakukan penangkapan, Alfian Tanjung menolak tanda tangani surat penangkapan polisi dengan alasan, selama ini telah kooperatif memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya atas kasus yang sedang melilitnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini