Image

Waduh! Universitas Ini Pecat Dua Pegawai Karena Terlibat Pemalsuan Sertifikat

Agregasi Antara, Jurnalis · Jum'at 08 September 2017, 19:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 08 65 1772210 waduh-universitas-ini-pecat-dua-pegawai-karena-terlibat-pemalsuan-sertifikat-gEN0s9RMZ9.jpg Ilustrasi TOEFL. Foto: Reuters

MATARAM - Universitas Mataram (Unram), Nusa Tenggara Barat, memecat dua orang staf non-pegawai negeri sipil karena terbukti menjadi pelaku pemalsuan sertifikat Test of English as a Foreign Language (TOEFL) mengatasnamakan Laboratorium Pusat Bahasa Unram.

"Keduanya diberhentikan karena terbukti merusak citra institusi pendidikan. Surat pemecatan masih diproses," kata Rektor Unram Prof H Sunarpi, di Mataram, NTB, baru-baru ini.

TOEFL adalah ujian bahasa Inggris untuk persyaratan kuliah dan/atau bekerja di luar negeri, terutama di negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar mereka.

Sunarpi mengatakan, kedua oknum pegawai non-PNS itu terbukti membantu belasan mahasiswa program pascasarjana (S-2) untuk memperoleh sertifikat TOEFL palsu dengan mencatut nama Laboratorium Pusat Bahasa Unram.

Akibatnya, sebanyak 19 mahasiswa yang menggunakan sertifikat palsu tidak diperbolehkan mengikuti wisuda beberapa waktu lalu. Beberapa di antaranya adalah pengacara yang menjadi mahasiswa program Magister Hukum, Fakultas Hukum Unram.

"Belasan mahasiswa itu sudah mendapatkan sanksi berupa skorsing selama dua semester," ujarnya.

Selain mencatut nama Laboratorium Pusat Bahasa Unram, kata dia, para mahasiswa program S2 yang gagal wisuda tersebut juga ada yang menggunakan sertifikat TOEFL mengatasnamakan Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.

Ia menduga bahwa ada aktor intelektual dibalik kasus pemalsuan sertifikat TOEFL tersebut. Orang berpengaruh itu diduga menjadi fasilitator sehingga kedua oknum pegawai non-PNS berani melakukan pelanggaran.

Namun, kedua oknum pegawai yang terbukti melanggar aturan itu masih belum mau menyebut nama orang berpengaruh yang menyuruhnya melakukan pemalsuan.

"Keduanya betul-betul pasang badan terhadap aktor intelektual. Sudah menyebut nama Yadi, tempat tinggal di Gunungsari, tapi nomor telepon selularnya sudah lama hilang. Muncul lagi nama Heru dan macam-macam," ujarnya.

Pihaknya masih melakukan investigasi secara menyeluruh agar kasus tersebut menjadi jelas dan ada kesimpulan siapa aktor intelektualnya.

Sunarpi juga menduga bahwa pemalsuan sertifikat TOEFL sudah lama dilakukan oleh oknum yang bekerja sama dengan mahasiswa pascasarjana.

"Makanya kami akan mengecek jauh ke belakang. Apakah ada sistem yang terlibat. Kalau memang mahasiswa S-2 yang sudah lulus terbukti memalsukan, tentu akan dikenakan sanksi. Biar adil," tandasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini