Image

Nih, Pro-Kontra Kalangan Komunitas Mobil soal Aturan Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Minggu 10 September 2017, 08:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 09 15 1772583 nih-pro-kontra-kalangan-komunitas-mobil-soal-aturan-pemilik-mobil-harus-punya-garasi-ZsS6zxlHxZ.jpg Ilustrasi garasi mobil (Cleanereview)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat belum lama ini menyatakan akan mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Langkah ini diambil selain agar tidak ada lagi mobil-mobil yang parkir sembarangan, seperti di tepi jalan umum maupun gang, juga untuk membatasi jumlah kendaraan.

Rencana tersebut mengundang komentar pro dan kontra, termasuk dari kalangan komunitas mobil di Jakarta.

(Baca juga: Djarot: Kalau Mau Punya Mobil, Harus Punya Garasi!)

Wisnu Hartono dari komunitas Corolla Altis (Altic) mengatakan pihaknya mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi DKI itu. "Memang kejadian pemilik mobil yang tidak mempunyai garasi cukup mengganggu kenyamanan dan kemananan untuk diri mereka sendiri dan masyarakat sekitar. Idealnya jika seseorang mampu membeli mobil, sudah harus mempersiapkan segalanya, termasuk garasi," kata pria yang juga menjabat sebagai Humas Altic ini, saat dihubungi Okezone.

Ditambahkannya, pemilik mobil yang tidak memarkir kendaraannya di garasi dan meninggalkannya di pinggir jalan bisa menghambat perjalanan kendaraan lain.

"Sangat menjengkelkan, ketika kita ingin lewat di jalanan umum, namun tidak bisa dilewati karena banyak mobil parkir di jalanan," katanya.

Ungkapan senada disampaikan Sekretaris Ford Community Indonesia (FCI), Arie Prabowo. Ia mengatakan untuk kenyamanan bersama lebih baik pemilik mobil memarkir kendaraan di garasi rumah masing-masing.

"Tanpa garasi, perawatan mobil jadi lebih mahal. Kalau saya lebih ke kondisi di perumahan ya. Kalau punya garasi mobil akan masuk di lahan sendiri, jadi lebih aman. Tanpa garasi, mobil akan diparkir di pinggir jalan. Kalau di beberapa cluster (tidak ada garasi khusus), akan menggangu lalu lintas dan mungkin tetangga. Jadi masih berhubungan aturan ini, plus negara kan lagi menggalakkan menggunakan angkutan umum. Saya saja sekarang sudah tidak pernah nyetir lagi, selalu memanfaatkan kereta dan TransJakarta," ungkapnya.

(Baca juga: Sosialisasi Perda Kepemilikan Garasi Mobil Sudah Berjalan Sejak Tahun Lalu, Tapi Mandek!)

Sementara Rizal Rusdi, humas Komunitas Toyota Calya Indonesia (KTCI), punya pendapat berbeda. Ia menilai kurang tepat bila warga diharuskan punya garasi pribadi sebelum membeli mobil. Menurut dia, mobil bisa saja diparkir ke tempat jasa penyediaan lahan parkir kendaraan atau bila memungkinkan menumpang di garasi tetangga.

"Intinya selagi blok punya garasi di rumah masih bisa dikondisikan. Kalau tidak, harus parkir mobil ke tempat penyewaan walaupun bayar. Itu sudah risiko. Dan sudah banyak berkembang di Jakarta konsep seperti itu," ujarnya. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini