Image

Hebat! Peneliti Bikin Alat untuk Cegah Kecelakaan karena Sopir Main Hape

Anton Suhartono, Jurnalis · Senin 11 September 2017, 00:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 09 15 1772716 hebat-peneliti-bikin-alat-untuk-cegah-kecelakaan-karena-sopir-main-hape-zEUuphbrFT.jpg Ilustrasi (Ubergizmo)

TORONTO - Memainkan telefon genggam sambil mengemudi bisa membahayakan diri serta pengguna jalan lain. Perhatian pengemudi akan teralihkan dari jalan raya. Sekejap saja pandangan dialihkan dari jalan, pengemudi melajukan mobil sejauh puluhan meter tanpa mengetahui kondisi di depan.

Bisa saja ada orang atau hewan menyeberang atau kendaraan di depannya mengerem mendadak.

Saat ini sudah banyak teknologi yang dikembangkan untuk mengantisipasi teralihkannya perhatian pengemudi dari jalan. Kampanye berkendara aman yakni menjauhkan telefon genggam dari tangan pengemudi dengan iming-iming hadiah pun juga sudah banyak dilakukan. Tapi kasus kecelakaan akibat teralihkannya perhatian pengemudi masih menjadi penyebab tertinggi.

Para iluwan dari Universitas Waterloo, Ontario, Kanada, mengembangkan teknologi yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menghindari pengemudi menggunakan telefon genggam atau melakukan aktivitas lain yang menggunakan tangan.

Pada dasarnya, sistem ini akan mendeteksi tangan pengemudi yang terangkat dari setir kemudi. Teknologi memanfaatkan kamera untuk mendeteksi pergerakan tangan dari setir yang bisa memengaruhi gaya berkendara pengemudi.

Jika sistem membaca pergerakan itu bisa mengancam keselamatan pengemudi maka akan keluar notifikasi untuk memperingatkan.

Fakhri Karray, kepala tim yang melakukan studi, menjelaskan, notifikasi itu penting untuk mengembalikan konsentrasi pengemudi ke jalan selama berada di balik setir.

Menurut dia, teknologi pada mobil otonom sebenarnya sudah mampu mengantisipasi kecelakaan akibat teralihkannya perhatian pengemudi. Sistem yang dibuatnya ini juga bisa diintegrasikan dengan mobil otonom, namun sebelumnya akan diterapkan ke kendaraan konvensional.

"Mobil bisa mengambil alih kemudi dari sopir ketika sistem membaca potensi kecelakaan terjadi dalam waktu dekat. Bahkan dalam waktu yang singkar, untuk menghindari tabrakan," jelas Fakhri, seperti dikutip dari MailOnline.

Untuk mengembangkan sistem ini, para peneliti membuat algoritma menggunakan alat untuk mengetahui perilaku pengemudi seperti saat menulis pesan di telefon, berbicara di telefon, atau mengambil barang di jok belakang.

"Tingkat keseriusan gerakan itu sampai masuk ketegori membahayakan perjalanan akan dinilai berdasarkan dari durasi (lamanya perhatian pengemudi teralihkan dari jalan) serta faktor lain, seperti posisi kepala dan kemana wajah menghadap.

"Sistem ini akan punya pengaruh besar bagi masyarakat. Apalagi, saat ini 75 persen kecelakaan lalu lintas yang terjadi di dunia disebabkan karena perhatian pengemudi teralihkan," pungkasnya.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini