Image

Kasus First Travel, Sudah 20 Ribu Korban Melapor dan 8 Ribu Paspor Diambil Kembali

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Sabtu, 9 September 2017 - 15:14 WIB
Jamaah korban First Travel. (Foto: Okezone) Jamaah korban First Travel. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menjelaskan bahwa sampai saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penelusuran terkait kasus First Travel. Pusat pelaporan untuk para korbannya pun selalu dibuka.

"Untuk First Travel ini masih tetap kami telusuri. Crisis center masih kami buka sampai tanggal 10 (September). Namun demikian, bila dianggap perlu diperpanjang, akan kami perpanjangan," ungkap Rikwanto di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Sabtu (9/9/2017).

Rikwanto mengatakan, sampai saat ini sudah ada 20 ribu lebih korban yang melapor ke crisis center. Sementara terkait paspor yang sudah diambil sudah mencapai 8 ribu lebih.

"Paspor yang diambil sudah lebih 8 ribu, yang ada di kita lebih separuhnya. Silakan kalau ada paspor yang masih tersangkut di manajemen First Travel, bisa diambil," kata Rikwanto.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa hingga saat ini tersangka kasus First Travel ada 3 orang. Akan tetapi, pihaknya masih mengembangkan terus hasil dari temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"PPATK baru berikan beberapa bagian terkait nomor-nomor rekening yang kita berikan, jadi belum semua," jelas Rikwanto.

Kemudian hasil penggeledahan di rumah mertua tersangka, lanjut dia, pihak kepolisian menemukan beberapa buku rekening dan paspor. Barang-barang itu pun akan disatukan dengan temuan sebelumnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming