Image

Soal Biaya Haji dan Umrah, Ini Usulan Kapolri untuk Kemenag

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Minggu, 10 September 2017 - 08:33 WIB

JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) meminta Kementerian Agama (Kemenag) untuk membuat regulasi terkait acuan biaya haji dan umrah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto mengatakan, hal tersebut harus segera dilakukan agar masyarakat memiliki acuan terkait besaran biaya haji atau umrah di negara ini.

Kasus penipuan yang dilakukan agen perjalanan haji dan umrah, First Travel seakan jadi pengingat bagi Kementerian Agama bahwa perlu ada regulasi yang jelas soal biaya perjalanan haji dan umrah.

"Kami mohon pada stakeholder terkait untuk buat aturan lebih jelas supaya masyarakat enggak bingung, kira-kira standar harga itu berapa yang layak dan pantas untuk umrah dan haji," ujar Rikwanto di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Sabtu (9/9/2017).

Menurut Rikwanto, perkembangan pesat pada sektor bisnis perjalanan haji dan umrah memerlukan campur tangan pemerintah. Hal tersebut, dikatakan Rikwanto menjadi penting demi terciptanya persaingan yang sehat antara pelaku bisnis..

"Mudah-mudahan segera muncul. Jadi tak ada kompetisi yang enggak sehat sehingga masyarakat yang dirugikan dan tak bisa berangkat," kata Rikwanto.

Terkait kasus First Travel sendiri, Rikwanto memaparkan, saat ini Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan tiga tersangka. Selain suami-istri pemilik First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, polisi juga telah menetapkan Siti Nuraidah Hasibuan sebagai tersangka yang merupakan adik kandung dari Anniesa Hasibuan.

Polisi juga telah menyita sejumlah aset milik tersangka berupa satu unit rumah di Jalan Venesia Selatan No. 99 Sentul City Rt 001/005, Sumur Batu, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat. Satu unit rumah atau kantor First Travel di Jalan Radar Auri No. 1 Cimanggi, Depok, Jawa Barat, satu unit rumah di Cluster Vasa Kebagusan Jalan Kebagusan Dalam IV No. 550 , Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Satu unit rumah di Jalan RTM, Tugu, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Selain rumah, polisi juga telah menyita delapan aset perusahaan milik tersangka, yaitu PT. Interculture Tourindo, PT. Yamin Duta Makmur, PT. Hijrah Bersama Taqwa, PT. Bintang Balindo Semesta, PT. Anugerah Nusantara Mandiri Prima, PT. Anugerah Karya Teknologi, PT. Anniesa Hasibuan Fashion Yayasan First.

Tak hanya itu, aparat juga menyita lima mobil, lalu memblokir 13 rekening dengan rincian tiga rekening atas nama tersangka Andika, dua atas nama tersangka Anniesa, satu atas nama Kiki Hasibuan. Lalu, tiga rekening atas nama PT Anniesa Hasibuan dan empat rekening atas nama PT First Anugerah Travel. (ydp)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming