Terseret Skandal Kartu Kredit, Wapres Uruguay Mengundurkan Diri

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Minggu 10 September 2017 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 10 18 1773032 terseret-skandal-kartu-kredit-wapres-uruguay-mengundurkan-diri-UAEsOj18O6.jpg Wakil Presiden Uruguay Raul Sendic (Foto: BBC)

MONTEVIDEO – Wakil Presiden Uruguay, Raul Sendic, mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri terjadi di tengah merebaknya kasus dugaan penyalahgunaan kartu kredit saat Sendic menjabat sebagai Direktur Umum ANCAP, perusahaan minyak milik negara.

Pria berusia 55 tahun itu mengumumkan pengunduran dirinya usai mengikuti sidang internal partai politik pengusungnya. Pihak partai menganggap Sendic sudah terlibat dalam penggunaan dana negara yang tidak bisa diterima dan menuduhnya berbohong selama membela diri.

“Saya menyerahkan surat pengunduran diri sebagai wakil presiden setelah sidang internal FA (koalisi partai politik),” tulis Raul Sendic dalam surat pengunduran dirinya, mengutip dari BBC, Minggu (10/9/2017). Ini adalah pertama kalinya pemangku jabatan wakil presiden mengundurkan diri.

Tuduhan tersebut mulai berkembang pada Juni, ketika tabloid Busqueda melaporkan bahwa antara 2010-2013, Sendic menggunakan kartu kredit milik perusahaan untuk membeli perhiasan, barang-barang elektronik, perabotan, dan lain-lain yang tidak berhubungan dengan pekerjaannya. Tuduhan diperkuat oleh salinan transaksi kartu kredit bermasalah tersebut.

Saat persidangan, Sendic tidak bisa menjelaskan pembelian-pembelian tersebut. Dilansir ABC News, Ia hanya mengatakan bahwa pembelian tersebut nampak aneh.

Lewat akun Twitter, Raul Sendic mengatakan sudah menyerahkan surat pengunduran diri dan mengomunikasikan dengan Presiden Tabare Vasquez. Sendic juga harus menyerahkan surat pengunduran diri tersebut kepada parlemen yang nantinya akan memutuskan diterima atau tidak.

Sosok Raul Sendic sendiri memang tidak lepas dari kontroversi. Skandal-skandal tersebut membuat pria asal Paysandu itu menjadi target empuk kritik dari oposisi, media, dan bahkan sekutu-sekutunya di partai politik.

Selama memimpin ANCAP, perusahaan tersebut mengalami defisit anggaran cukup besar. ANCAP juga harus disuntik dana sebesar USD872 juta untuk bail out untuk mencegah dinyatakan bangkrut. Defisit anggaran itu memicu skandal di kalangan partai dan perpecahan di masa pemerintahan Presiden Jose Mujica.

Sendic berkilah defisit tersebut adalah hasil dari investasi yang mahal tetapi dianggap perlu. Namun, pihak oposisi mengajukan gugatan dengan tuduhan korupsi yang dilakukan oleh Raul Sendic.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini