Image

Ikuti Tren, China Cari Waktu yang Tepat untuk Hentikan Penjualan Mobil Bensin & Diesel

Anton Suhartono, Jurnalis · Senin 11 September 2017, 10:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 11 15 1773352 ikuti-tren-china-cari-waktu-yang-tepat-untuk-hentikan-penjualan-mobil-bensin-diesel-9OYBEct3sa.jpg Lalu lintas di Beijing (Foto: Reuters)

BEIJING - China mempertimbangkan untuk menghentikan penjualan kendaraan berbahan bakar minyak. Otoritas terkait di negara itu sedang mempelajari kapan waktu yang tepat untuk mulai pelarangan penjualan mobil berbahan bakar fosil.

Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi China Xin Guobin mengaku belum bisa memberikan kepastian kapan pihaknya akan menerapkan aturan ini. Tapi ia yakin suatu saat China tidak bisa menghindar dari tren penghentian penjualan kendaraan bermesin konvensional. Kota-kota besar di negara Eropa sudah mengumumkan rencana yang sama seperti London dan Paris yang mulai menerapkannya pada 2040.

(Baca Juga: Prancis Akan Hentikan Penjualan Mobil Bensin & Diesel)

"Beberapa negara sudah membuat batasan waktu untuk kapan menghentikan produksi dan penjualan mobil berbahan bakar minyak," kata Xin, seperti dikutip daru Reuters.

Menurut dia, kementeriannya sudah melakukan penelitian dan pasti pada waktunya akan mengumumkannya. "Langkah ini tentunya akan membawa perubahan besar bagi perkembangan industri kendaraan kami," ungkapnya.

(Baca Juga: Susul Prancis, Inggris Bakal Larang Penjualan Mobil Bensin & Diesel)

Sebelum menerapkan aturan tersebut, China menggenjot penjualan kendaraan bermotor listrik, dari mulai hybrid hingga full electric. Pemerintah menargetkan penjualan mobil-mobil ramah lingkungan itu setidaknya mampu nenembus lima besar dari total penjualan pada 2025.

Pertimbangan besar sebelum menerapkan penghentian mobil berbahan bakar minyak, jelas Xin, selain dari sisi industri automotif, juga ke bisnis bahan bakar minyak. Saat ini konsumsi bahan bakar minyak di China merupakan yang terbesar kedua di dunia.

Bulan lalu, perusahaan minyak milik negara, China National Petroleum Corp (CNPC), menyatakan permintaan bahan bakar minyak akan mencapai puncaknya pada 2040. Ini didasarkan pada meingkatnya konsumsi bahan bakar di sektor transportasi pada pertengahan abad.

(Baca Juga: Mobil Bensin & Solar Akan Dilarang, Bagaimana dengan Motor?)

Sementara itu pada bulan lalu, China menunda pengimplementasian kuota target penjualan kendaraan listrik dan hybrid, mengikuti tren yang terjadi di dunia internasional.

Berdasarkan usulan terbaru, mulai tahun depan, 8 persen mobil yang terjual dari setiap produsen di China harus sudah bermotor listrik. Angka itu akan ditingkatkan menjadi 10 persen pada 2019 dan 12 persen pada 2020. Namun pemberlakuannya ditunda setahun, atau baru akan dilaksanakan mulai 2019.

Selain Paris dan London, ada beberapa kota besar lain di Eropa yang akan menerapkan aturan serupa, yakni Madrid, Athena, serta di Amerika Mexico City.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini