Image

BPJS Watch: RS Mitra Keluarga Kalideres Harus Dijatuhi Sanksi

Fahmy Fotaleno, Jurnalis · Selasa, 12 September 2017 - 07:12 WIB
Ilustrasi (Dok. Okezone) Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA-Selain mendesak pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus meniggalnya bayi Tiara Debora, BPJS Watch juga meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan agar memberikan sanksi kepada RS Mitra Keluarga Kalideres.

"Selain proses pidana, pemerintah jugaharus tegas dalam kasus ini. Saya mendesak pemerintah dalam hal ini Kemenkes memanggil manajemen RS Mitra Keluarga Kalideres dan memberikan sanksi keras kepada rumah sakit tersebut," ujarnya kepada Okezone, Selasa (12/9/2017).

Selain itu, ia meminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga harus memanggil dokter-dokter tersebut dan memberikan sanksi keras karena diduga kuat telah melanggar sumpahnya.

"Dengan kasus ini juga hendaknya bisa membuat pemerintah pusat dan daerah khususnya Pemda DKI introspeksi diri untuk terus menyediakan PICU, NICU dan ICU lebih banyak lagi di berbagai rumah sakit pemerintah pusat atau daerah," katanya.

Ia menambahkan, pemerintah pusat dan daerah juga harus terus mengajak kerjasama rumah sakit swasta agar mau menjadi mitra BPJS Kesehatan. Pasalnyam, di DKI dari 189 rumah sakit swasta yang ada baru 91 rumah sakit yang bermitra dengan BPJS Kesehatan.

"Ini artinya masih banyak rumah sakit swasta yang harus diajak untuk mensukseskan JKN. Tentunya pemerintah pusat atau daerah bisa menggunakan insentif pajak buat rumah sakit swasta agar bermitra dengan BPJS Kesehatan. Pasal 30 ayat 1 h UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit menyatakan bahwa berhak dapat insentif pajak," jelasnya.

Bayi Debora meninggal pada Minggu, 3 September 2017. Pihak rumah sakit tidak membiarkan Debora mendapat fasilitas Pediatric Intensive Care Unit (PICU) karena orangtuanya tidak mampu membayar secara penuh. RS Mitra Keluarga juga beralasan pihaknya tidak menerima pasien BPJS Kesehatan.(fin)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming