Image

Disebut Miliki Penyakit Jantung dan Gizi Buruk, Orangtua Debora Bantah Pernyataan RS Mitra Keluarga

Muhamad Rizky, Jurnalis · Senin, 11 September 2017 - 13:31 WIB
Orangtua Debora bersama kuasa hukum memberi klarifikasi terkait pernyataan RS Mitra Keluarga (Foto: Rizky/Okezone) Orangtua Debora bersama kuasa hukum memberi klarifikasi terkait pernyataan RS Mitra Keluarga (Foto: Rizky/Okezone)

JAKARTA - Tim Advokasi orangtua Tiara Debora Simanjurang, Birgaldo Sinaga membantah pernyataan RS Mitra Keluarga yang menyatakan bahwa anak kliennya memiliki penyakit jantung bawaan dan keadaan gizi kurang baik.

"Informasi yang disampaikan rumah sakit itu tidak benar, mereka membuat opini supaya ibu korban yang disalahkan dalam hal ini," kata Brigaldo di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin, (11/09/2017).

Birgaldo mengatakan, Debora sebelumnya dirawat di rumah sakit Cengkareng dan tidak ada pernyataan dari dokter sang anak mengidap penyakit jantung. "Pun dengan gizi buruk tanda-tandanya kalo gizi buruk mata sayup, tidak aktif, kami punya rekaman adik Debora itu aktif lincah," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, pihak rumah sakit juga mengatakan bahwa ibu korban menolak ke ruang Pedriatic Intensive Care Unit (PICU) lantaran kekurangan biaya. Padahal, kenyataannya tidaklah demikian.

Sementara itu, ibu Debora, Henny Silalahi menceritakan, anaknya sempat sakit pilek dan dibawa ke rumah sakit Cengkareng. Namun kondisi Debora tak kunjung membaik dan akhirnya dibawa ke RS Mitra Keluarga. "Saya pilih Mitra karena lokasinya dekat dengan rumah, makanya saya bawa dia ke sana," tuturnya

Baca juga: Menteri PPPA Yohana Yambise Kirim Utusan untuk Temui Keluarga Bayi Debora

Henny mengakui, pihak RS Mitra Keluarga memberikan pertolongan terhadap Debora dan dokter menyatakan kondisi anaknya sudah membaik meski belum pulih benar. Pihak dokter pun menyarankan untuk dimasukkan ke ruang PICU. Namun, pihak administrasi rumah sakit menolak lantaran biaya yang diberikan kurang.

"Saya mau bayar Rp5 juta dulu namun pihak rumah sakit tidak bisa menerima itu. Mereka meminta Rp11 juta untuk dimasukkan ke ruang PICU, saya sudah sampaikan bahwa nanti siang saya bayar namun pihak rumah sakit tetap menolak," ucapnya.

Henny menjelaskan, telah memohon kepada pihak rumah sakit, namun tidak juga diindahkan, "Tak lama saya mendengar kabar kondisi anak saya kritis saya panik. Ketika saya tanya kenapa bisa demikian pihak rumah sakit menjawab hal tersebut terjadi karena tidak dibawa segera ke ruang PICU," katanya.

Sebelumnya, pihak RS Mitra Keluarga menolak permohonan dari ibu Debora terkait biaya penanganan yang dicicil. Kemudian, dari hasil pembicaraan dengan dokter, Mitra Keluarga menawarkan rujukan ke rumah sakit yang bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Ibu Debora pun setuju. Dokter kemudian membuat surat rujukan dan pihak Mitra Keluarga mencoba menghubungi sejumlah rumah sakit mitra BPJS. Setelah bersusah payah, keluarga akhirnya mendapatkan rumah sakit rujukan untuk Debora pada pukul 09.15 WIB.

Dalam prosesnya, dokter rumah sakit menghubungi pihak RS Mitra Keluarga yang menangani Debora untuk menanyakan kondisi pasien. Di tengah komunikasi itu, perawat yang mengawasi Debora melaporkan bahwa kondisi pasien tiba-tiba memburuk.

Dokter segera melakukan pertolongan kepada Debora. Setelah melakukan resusitasi jantung paru selama 20 menit, Debora akhirnya meninggal. Dokter mengatakan, Debora yang memiliki riwayat lahir prematur memiliki riwayat penyakit jantung bawaan (PDA) dan keadaan gizi yang kurang baik. 

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming