Image

2 Jembatan di Bengkulu Ambruk Diterjang Banjir, Akses Antardesa Terputus

Demon Fajri, Jurnalis · Senin 11 September 2017, 12:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 11 340 1773416 2-jembatan-di-bengkulu-ambruk-diterjang-banjir-akses-antardesa-terputus-1lHrmcu21M.jpg Jembatan di Ipuh, Mukomuko, Bengkulu ambruk akibat banjir (Demon/Okezone)

BENGKULU - Hujan yang melanda Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, dalam dua hari terakhir menyebabkan banjir dan dua jembatan permanen penghubung antar desa di Kecamatan Ipuh, ambruk. Dua jembatan yang ambruk itu terdapat di Desa Retak Ilir-Desa Pasar Ipuh dan jembatan di Desa Tanjung Medan.

"Akses jalan penghubung dua desa terputus," kata Danramil 0423-02 Ipuh, Kapten Inf Yon Anison kepada Okezone, Senin (11/9/2017).

Jembatan Desa Retak Ilir-Desa Pasar Ipuh yang terputus panjangnya sekira 20 meter dan lebar 4 meter. Jembatan itu ambruk diterjang banjir bandang dini hari kemarin.

Sementara di Desa Tanjung Medan, pangkal jembatan dengan panjang sekira 5 meter dan lebar 4 meter mengalami longsor. Dampaknya, akses jalan di desa tersebut menjadi tersendat.

"Akses jalan ditutup sementara, dan akses jalan warga setempat dialihkan," kata Bintara Tata Usaha Urusan Koramil Ipuh, Serma Yakub.

Perangkat Desa Retak Ilir, Awis Sukarni mengatakan, jembatan tersebut ambruk setelah hujan deras melanda wilayah itu sejak Sabtu 9 September malam hingga dini hari kemarin.

"Jembatan tersebut menghubungkan Desa Retak Ilir dengan Desa Tanjung Harapan. Selama ini warga setempat dan warga Desa Tanjung Harapan memenggunakan jembatan itu untuk membawa hasil panen sawit dari kebun ke pabrik," ujar Awis seperti dikutip dari Antara.

Saat ini, katanya, petani setempat terpaksa menggunakan akses jalan lain dengan jarak sejauh 20 kilometer untuk membawa hasil panen tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari kebun ke pabrik CPO di Kecamatan Ipuh.

Ia menyatakan, kendaraan yang mengangkut TBS sawit dari kebun kelapa sawit di desa itu terpaksa melewati jalan memutar dari Desa Retak Mudik, Kecamatan Sungai Rumbai untuk menjual hasil panen sawit.

Sementara mobil yang mengangkut TBS kelapa sawit dari kebun kelapa sawit di desa itu melewati jembatan itu hanya menempuh jarak sejauh tujuh kilometer. Ia berharap, pemerintah daerah setempat segera membangun jembatan yang menghubungkan desa itu dengan Desa Tanjung Harapan.

"Akibat jembatan tersebut tidak bisa dilalui membuat biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh petani membawa TBS sawit semakin besar," katanya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini