Ya Ampun! Krisis Air Bersih, Warga Banjarnegara Mandi dan Mencuci di Sungai Kotor dan Berbau

Elis Novit, Sindo TV · Senin 11 September 2017 09:19 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 11 512 1773335 ya-ampun-krisis-air-bersih-warga-banjarnegara-mandi-dan-mencuci-di-sungai-kotor-dan-berbau-RRfuE5gmux.jpg Warga Banjarnegara menggunakan air sungai yang kotor akibat krisis air bersih (Foto: Elis Novit/Okezone)

BANJARNEGARA - Krisis air bersih akibat kemarau terus terjadi di sejumlah daerah. Di Banjarnegara Jawa Tengah warga terpaksa membuat sumur-sumur resapan di sungai yang kotor dan bau.

Untuk keperluan mandi dan mencuci warga pun harus rela menahan gatal dan bau akibat sungai kotor dan bercampur sampah. Sumur milik warga yang mulai mengering sejak dua bulan terakhir mengakibatkan warga desa pun kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Dengan membuat sumur-sumur resapan di tengah sungai warga desa Jalatunda Banjarnegara menggunakan air untuk mencuci pakaian, mandi bahkan menyikat gigi. Kondisi air yang kotor dan berbau tak jarang membuat warga mulai terserang penyakit gatal gatal dan alergi. Namun, air sungai yang kotor dan berbau ini menjadi satu-satunya sumber air yang masih bisa diharapkan warga.

"Sumur kami semua sudah mengering, untuk bisa mendapatkan air ya pakai air sungai ini. Kalau pas berbau kadang ya gatel, karena di atas juga banyak yang mencuci ternak seperti kerbau ataupun buat mandi bebek , tapi mau gimana lagi," ujar Saliyem warga Jalatunda kepada Okezone.

Pihak desa telah berupaya memohon bantuan instalasi air bersih dari pemerintah. Namun banyaknya warga yang membutuhkan bantuan belum sepenuhnya merata diterima warga.

Baca juga: Tolong! Gunungkidul dan Kulon Progo Kekeringan

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, kemarau kali ini mengakibatkan tiga kecamatan yaitu Mandiraja, Purwonegara dan Susukan menjadi daerah parah yang dilanda kekeringan. Kekeringan paling parah di desa Jalatunda dengan jumlah 700 KK dan Desa Kaliair dengan jumlah 400 KK.

Mengantisipasi kian parahnya krisis air bersih, BPBD melakukan pendataan, pemetaan dan pengiriman droping  ke lokasi desa terparah yang dilanda kekeringan. Pemerintah juga akan membuat sumur-sumur bor untuk membantu warga.

"Kami akan mengatasi ini agar tahun depat tidak terjadi lagi, dan paling tidak mengurangi dampak kemarau. Kami akan membangun sumjur-sumur bor dan tempat penampungan air," kata Budhi Sarwono Bupati Banjarnegara kepada Okezone.

Ratusan sumur warga kini telah mengering. Sungai kotor dan berbau menjadi satu satunya sumber air bagi warga. Aaat ini warga berharap masalah tahunan ini bisa di psecahkan oleh pemerintah.

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini