nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imam Besar Al-Azhar Kutuk Perlakuan terhadap Rohingya di Myanmar

Emirald Julio, Jurnalis · Selasa 12 September 2017 07:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 12 18 1773948 imam-besar-al-azhar-kutuk-perlakuan-terhadap-rohingya-di-myanmar-lpubtkEHiz.jpg Foto Imam Besar Masjid Al-Azhar, Sheikh Ahmed Mohamed el-Tayeb (Foto: Reuters)

KAIRO – Imam Besar Masjid Al-Azhar, Sheikh Ahmed Mohamed el-Tayeb, ikut angkat bicara terkait krisis kemanusiaan yang menimpa warga etnis Rohingya. Ia mengutuk keras tindakan kekerasan yang terus membayangi Rohingya di Myanmar.

Sebagaimana dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (12/9/2017) pernyataan itu disampaikannya pada pekan lalu di laman Facebook resmi Masjid Al-Azhar. El-Tayab mengkritisi komunitas internasional yang dianggap gagal menyelamatkan warga etnis Rohingya dari persekusi di Myanmar yang ia sebut sebagai serangan barbar.

Baca juga: Melihat Aksi Indonesia Bantu Rohingya

Baca juga: Muhammadiyah Sesalkan OKI 'Tiarap' Terkait Krisis Kemanusiaan Rohingya

Imam Besar Masjid Al-Azhar itu juga bersumpah untuk menekan pemerintah negara-negara Muslim dan Arab untuk menerapkan sanksi ke Myanmar. Pasalnya, ia memandang sanksi tersebut akan membantu untuk mengakhiri penderitaan warga etnis Rohingnya.

“Hal ini sangat penting, sebelum hal lain, bahwa pengambil keputusan di negara-negara Arab dan Muslim harus melakukan yang terbaik dan memberikan tekanan politik dan ekonomi untuk membuat Pemerintah Myanmar sadar sehingga mereka menghentikan diskriminasi etnis dan agama terhadap warga Muslim,” tegas El-Tayab dalam pernyataannya.

Baca juga: Alhamdulillah! Aksi di Gedung Sate, Terkumpul Rp1,2 Miliar Lebih untuk Rohingya

Baca juga: Pengungsi Rohingya Capai 300 Ribu Orang, PBB Minta Bantuan Segera Disalurkan

Selain pernyataan itu, sang Imam Besar Masjid Al Azhar juga mengeluarkan pernyataan lainnya yang ditujukan untuk kelompok HAM internasional. Pada pernyataan itu, ia meminta adanya penyelidikan kejahatan perang yang menimpa warga etnis Rohingya agar pelaku-pelakunya bisa dibawa ke Pengadilan Internasional.

Pernyataan serupa juga disampaikannya ketika El Tayeb mengunjungi Jerman pada akhir pekan lalu. Ia bahkan sempat bertemu dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel.

El-Tayeb dan Merkel pun mendiskusikan kerjasama antara Al-Azhar dan Jerman serta meminta bantuan sang kanselir untuk membantu menyelesaikan krisis kemanusiaan Rohingnya.

Setidaknya saat ini sudah ada 290 ribu warga etnis Rohingya yang melarikan diri dari Rakhine State ke Bangladesh semenjak dua pekan lalu tepatnya ketika kondisi di sana kembali memanas. Pihak Amnesty International mengklaim militer Myanmar menempatkan ranjau darat di wilayah perbatasan untuk mencegah warga etnis Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.

(emj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini