Image

Buntut Meninggalnya Bayi Debora, IDI Segera Minta Keterangan Dokter yang Memeriksa

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Selasa, 12 September 2017 - 07:27 WIB
Ilustrasi (Foto: Istimewa) Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) akan meminta keterangan dari dokter di RS Mitra Keluarga Kalideres yang saat itu menangani bayi Debora. Bila ditemukan adanya pelanggaran, dokter bersangkutan akan mendapatkan sanksi dari IDI.

Ketua Umum PB IDI Ilham Oetama Marsis mengatakan, dalam regulasi baik Perundang-undangan maupun Peraturan Menteri sudah memberikan peluang bahwa orang kurang mampu mempunyai hak yang sama mendapatkan perawatan. "Pada prinsipnya, yang perlu diperbaiki itu adalah tata kelola RS. Karena kalau tidak, akan terjadi dorong-mendorong kesalahan," kata Ilham.

Ilham mengungkapkan, dalam kondisi pasien kritis, RS harusnya bisa memberikan pelayanan terbaik untuk menangani pasien. Kejadian terhadap bayi Debora seharusnya tidak terjadi, baik di RS yang sudah bekerja sama dengan BPJS atau belum.

Baca juga: Polisi Tetap Menyelidiki Kasus Bayi Debora meski Keluarga Tak Buat Laporan, Ini Alasannya

"Mau itu bekerja sama dengan BPJS atau tidak, sudah kewajiban dokter dan RS memberikan perawatan. Bukan hanya penanganan saja tetapi juga memberikan fasilitas kesehatan yang dimiliki RS. Masalah uang muka, administrasi nomor dua," tutur IIham

Ilham menuturkan, IDI belum menentukan sikap terkait kasus kematian bayi Debora. Hal ini dikarenakan IDI belum melakukan peninjauan langsung.

Dalam waktu dekat, lanjut Ilham, IDI akan memanggil dokter yang menangani bayi Debora untuk dimintai keterangan."Pemberian sanksi akan kami berikan jika terbukti melanggar kode etik dokter," ujarnya.

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming