Image

Mantap! PBB Minta Bantuan bagi Pengungsi Rohingya Ditingkatkan Besar-besaran

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 13 September 2017, 18:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 13 18 1775229 mantap-pbb-minta-bantuan-bagi-pengungsi-rohingya-ditingkatkan-besar-besaran-ZO1cFbYYWm.jpg Pengungsi Rohingya berbaris di kamp penampungan (Foto: Danish Siddiqui/Reuters)

KUTUPALONG – Badan Pengungsi PBB, UNHCR, mendesak agar organisasi-organisasi kemanusiaan internasional meningkatkan bantuannya untuk para pengungsi Rohingya di Bangladesh. Hingga saat ini, tercatat hampir 400 ribu pengungsi etnis Rohingya berada di negara yang dulu disebut Pakistan Timur.

BACA JUGA: Indonesia Kirim Bantuan dan Relawan untuk Rohingya, Jokowi: Ini Setelah Saya Utus Menlu

“Kita semua harus meningkatkan bantuan secara besar-besaran, dari makanan hingga tempat penampungan,” ujar Asisten Komisioner Tinggi UNHCR, George William Okoth-Obbo, dalam kunjungan ke Kutupalong, mengutip dari Reuters, Rabu (13/9/2017).

PBB per Selasa 12 September mengatakan 370 ribu orang etnis Rohingya telah menyeberang dari Rakhine State, Myanmar, menuju Bangladesh. Okoth-Obbo sendiri memperkirakan angka tersebut akan melonjak hingga 400 ribu orang dalam beberapa hari ke depan.

BACA JUGA: Bantuan untuk Rohingya, Menlu Retno: Indonesia Berkontribusi Semaksimal Mungkin

Bangladesh sebelumnya sudah menampung sekira 400 ribu orang etnis Rohingya yang lebih dulu melarikan diri pada Oktober 2016. Banyak di antara para pengungsi itu yang tiba dalam kondisi sakit, tidak memiliki tempat tinggal, dan ditampung dalam kamp yang kondisinya memprihatinkan.

“Kita berada dalam keadaan darurat di antara keadaan darurat lainnya dengan kondisi di kamp saat ini,” sambung Okoth-Obbo.

Belum lama ini, PBB mengusulkan dana bantuan tambahan senilai USD77 juta untuk menangani isu pengungsi Rohingya di Bangladesh. Akan tetapi, Okoth-Obbo yakin angka tersebut tidak cukup dengan situasi saat ini.

BACA JUGA: Indonesia Kirim Bantuan ke Rohingya, Jokowi Apresiasi Semua Pihak Termasuk Myanmar dan Bangladesh

“Usulan tersebut berdasarkan situasi sekira dua pekan lalu. Saat itu hanya ada 100 ribu orang. Saat ini jumlahnya sudah empat kali lipat. Dana yang dibutuhkan tentu saja meningkat,” tandas George William Okoth-Obbo.

Ia juga menolak mengatakan apakah badan kemanusiaan sudah mendapatkan akses yang cukup ke daerah Rakhine State di Myanmar. Okoth-Obbo menyatakan, pentingnya akses yang baik untuk memastikan bahwa sukarelawan kemanusiaan terjamin keselamatannya selama memberi bantuan.

Di tengah segala kondisi darurat itu, Perdana Menteri (PM) Bangladesh Sheikh Hasina justru meminta agar semua pengungsi pulang ke daerah asalnya di Myanmar. Namun, ia mendesak Naypyidaw agar membentuk zona aman terlebih dahulu sehingga para pengungsi itu dapat pulang dengan aman dan nyaman.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini