Image

OKEZONE STORY: Misteri Hilangnya Kapal Selam Pertama Australia di Tengah Perburuan Kapal Jerman

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 14 September 2017, 08:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 13 18 1775312 okezone-story-misteri-hilangnya-kapal-selam-pertama-australia-di-tengah-perburuan-kapal-jerman-kBllGXyRSv.JPG HMAS AE1. (Foto: Australia War Memorial)

SEBAGAI kapal selam perdana yang dimiliki angkatan laut Australia, perjalanan HMAS AE1 dipenuhi dengan berbagai kontroversi dan masalah mulai dari isu pada desain, proses yang lamban hingga berbagai kerusakan yang terjadi saat pengiriman. Namun, dari semuanya, misteri hilangnya HMAS AE1-lah yang sampai saat ini masih diperbincangkan.

HMAS AE1 sedang berada di galangan kapal Pulau Cockatoo untuk menjalani perbaikan dari kerusakan yang dialami selama pengiriman dari lokasi pembuatannya di pabrik Vickers Maxims , Inggris ke Australia saat Perang Dunia I pecah pada Juli 1914. Peristiwa itu memotong masa perbaikan HMAS AE1 dan kapal selam itu segera disiapkan untuk berlayar, bergabung dengan Angkatan Laut Kerajaan Australia (RAN) menuju Papua Nugini (PNG) untuk merebut stasiun radio serta daerah jajahan Jerman di sana.

Pada 14 September 1914 HMAS AE1 berpatroli di jalur laut menuju ke Tanjung Gazelle dengan ditemani kapal perusak bertorpedo HMAS Parramatta untuk melindungi kapal-kapal di Pelabuhan Rabaul. HMAS AE1 dijadwalkan kembali pada pukul 6 sore, tetapi kapal selam itu dan para krunya tidak pernah kembali.

Berdasarkan kesaksian Letnan Warren, Kapten dari HMAS Parramatta yang dilansir dari The Strategist, Kamis (14/9/2017), tidak ada kontak radio antara kedua kapal, diduga komunikasi yang terjadi hanya melalui pengeras suara atau sinyal lampu. Warren juga mengatakan tidak menemukan tumpahan minyak, tidak ada puing, ataupun panggilan darurat yang datang dari HMAS AE1 atau sisa-sisanya, menjadikan insiden itu sebagai misteri.

Parramatta terakhir kali melihat HMAS AE1 di Pulau Duke of York yang melenceng jauh di utara jalur patroli yang diperintahkan. Warren melaporkan, pertukaran komunikasi antara kedua kapal terputus-putus dan tidak lengkap. Letnan Komandan Thomas Besant yang merupakan Kapten dari HMAS AE1 juga diketahui tidak mengambil kendali dari patroli yang dilakukan kedua kapal meski dia adalah perwira yang lebih senior.

Laporan Warren menyebutkan bahwa AE1 bergerak ke arah timur laut di luar jalur patroli tanpa penjelasan. HMAS AE1 diduga kuat menuju ke Pulau Duke of York guna memburu kapal uap Jerman yang terlihat pada malam sebelumnya. Tidak diketahui apa yang mendorong Besant membuat keputusan itu, tetapi hal itu tidak berakhir baik baginya, krunya ataupun kapal selam yang dipimpinnya. Sore itu, 14 September 1914, sekira pukul 14.30 HMAS AE1 untuk terakhir kalinya terlihat.

Beberapa dugaan muncul terkait nasib AE1 dan para krunya. Dugaan terkuat adalah kapal itu kandas di wilayah karang di dekat Pelabuhan Mioko saat memburu kapal uap Jerman.

Pencarian awal menyusul hilangnya AE1 dilakukan tanpa fokus yang jelas sampai pada 1970, John Foster, seorang perwira RAN yang ditempatkan di Port Moresby berhasil meyakinkan RAN untuk kembali mencari keberadaan HMAS AE1. Namun, sejumlah pencarian dengan kapal yang dilengkapi sonar gagal memberikan hasil.

Foster terus melakukan pencarian dengan dukungan berbagai pihak sampai 2009 dan dilanjutkan oleh sejumlah pihak lain setelahnya. Sebuah perusahaan non-profit bernama Find AE1 Ltd. telah dibentuk untuk tujuan pencarian kapal selam tersebut. Tetapi sejumlah pencarian yang dilakukan masih belum mebuahkan hasil.

Semakin lama pencarian AE1 diperkirakan akan semakin sulit dan mahal karena perubahan dalam beberapa faktor, terutama geografis. Gempa atau ledakan gunung berapi bawah laut dapat mengubah lanskap wilayah dan berpotensi mengubur atau menghancurkan sisa-sisa dari HMAS AE1.

Namun, melihat bagaimana upaya yang masih dilakukan sampai hari ini dan adanya pendanaan dari Australia untuk mencari kapal-kapalnya yang hilang, termasuk pesawat Malaysia Airlines MH370, bukan tidak mungkin suatu saat HMAS AE1 bisa ditemukan. Sampai saat itu tiba, apa yang sebenarnya terjadi pada kapal selam perdana Negeri Kanguru itu masih tetap akan menjadi misteri.  

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini