Image

Ini Alasan RS Swasta Belum Mau Bermitra dengan BPJS

Fahmy Fotaleno, Jurnalis · Kamis, 14 September 2017 - 07:38 WIB
Ilustrasi (Dok. Okezone) Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Dari dara BPJS Watch diseutkan bahwa secara nasional ada 2.738 rumah sakit milik pemerintah dan swasta, namun yang sudah bekerja sama atau bermitra dengan BPJS baru 2.156 rumah sakit.

"Nah selisihnya yaitu 582 rumah sakit dan itu semua adalah rumah sakit swasta. Kalau di tingkat Propinsi DKI Jakarta ada 189 rumah sakit milik pemerintah dan swasta namun baru 91 rumah sakit yg bekerja sama. Selisihnya 98 rumah sakit itu adalah milik Swasta," ujar Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar kepada Okezone, Kamis (14/9/2017).

Ia menjelaskan alasan kenapa masih banyak rumah sakit milik swasta yang belum bermitra dengan BPJS, pertama yaitu rumah sakit swasta menilai Paket Biaya INA CBGs yang dibayarkan BPJS Kesehatan belum masuk harga keekonomian standar rumah sakit sehingga kalau bermitra dengan BPJS, maka margin keuntungannya akan menurun.

"Selain masalah paket INA CBGs tersebu, pihak rumah sakit swasta menilai pembayaran klaim ke rumah sakit dari BPJS yaitu maksimal 15 hari kerja akan mengganggu cash flow rumah sakit," kata Timboel.

Yang kedua, lanjut Timboel, rumah sakit swasta mau bermitra dengan BPJS tetapi BPJS melakukan credensialing (penilaian) terhadap rumah sakit tersebut.

"Tapi dinyatakan belum memenuhi syarat sebagai rumah sakit provider BPJS sehingga BPJS menolak rumah sakit jadi mitra BPJS," jelasnya.

Timboel menilai, untuk poin pertama, pemerintah harus bisa terus mengajak rumah sakit swasta ikut bergabung, salah satunya dengan memberikan insentif pajak kepada rumah sakit tersebut.

"Untuk point kedua, BPJS memberikan supervisi kepada rumah sakit tersebut agar dapat memenuhi syarat yang ditentukan BPJS," katanya.(fin)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming