Image

Rasain! Pembunuh Pasutri Bos Garmen Terancam Hukuman Mati

Badriyanto, Jurnalis · Rabu 13 September 2017, 19:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 13 338 1775294 rasain-pembunuh-pasutri-bos-garmen-terancam-hukuman-mati-uJDEpejQJm.jpg Illustrasi penjara (foto: Shutterstock)

JAKARTA - Polisi telah berhasil mengungkap misteri kematian pasutri pengusaha garmen, Husni Zarkasih (58) dan Zakiyah Masrur (53). Pelaku berjumlah tiga orang yakni Ahmad Zulkifli (AZ), Engkos Koswara (EK), dan Sutarto (SU) yang diketahui sebagai mantan karyawan korban.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan, sebelum melancarkan aksinya para pelaku telah merencanakan kejahatannya di kontrakan AZ di Tangerang. AZ merupakan mantan sopir korban yang kecewa karena dipecat tanpa diberi pesangon.

"Mereka merencanakan perbuatan ini di rumah kontrakan mantan sopir (AZ) di Tangerang," ungkap Nico di Mapolda Metro Jaya, Rabu (13/9/2017).

 (Baca: Selain Bunuh Pasutri Zarkasih & Zakiyah, Perampok Gasak Emas hingga 15 Jam Tangan Mahal)

Pemufakan jahat itu dilakukan pada Minggu 10 September 2017 atau beberapa saat sebelum beraksi ke rumah korban di Jalan Pengairan, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Mereka sudah menyiapkan dua sepeda motor, kemudian lakban, tali, besi, sarung tangan, dan tutup muka," jelas Nico.

 (Baca juga: Pembunuh Pasutri Bos Garmen Ditangkap saat Foya-Foya, Seorang Pelaku Ditembak Polisi)

Nico menjelaskan, para pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan 365 KUHP tentang Pencurian Disertai Kekerasan dengan ancaman hukuman mati. "Bisa hukuman mati," pungkasnya.

Seperti diketahui, selain menggasak barang, para pelaku membunuh korban dan jasadnya dibungkus dengan selimut kemudian dibuang ke Sungai Klawing, Panumbangan, Bobotsari, Purbalingga, Jawa Tengah pada Senin 11 September pagi.

Melalui petunjuk kartu identitas korban diketahui sebagai warga Jalan Pengairan, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Setelah dicek di rumahnya, beberapa barang berharga milik korban raib. Polisi juga menemukan bercak darah.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini