Image

Mantap! Ini Bukti Melonjaknya Omzet Pedagang Kecil Penerima Gerobak Perindo

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis · Rabu 13 September 2017, 20:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 13 338 1775358 mantap-ini-bukti-melonjaknya-omzet-pedagang-kecil-penerima-gerobak-perindo-wUgWXwvd3d.jpg DPP Partai Perindo melakukan monitoring dan pembinaan kepada mitra UMKM di Jakarta Selatan (Foto: Dok. DPP Partai Perindo)

JAKARTA - DPP Partai Perindo melakukan Monitoring kepada pedagang kecil penerima gerobak UMKM Partai Perindo di sekitaran Jalan Trunojoyo dan Jalan Raden Patah, Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Wakil Sekretaris Jenderal Bidang UMKM DPP Partai Perindo, Henky Eko Sriyantono, mengungkapkan bahwa dari monitoring dan pembinaan itu, didapat fakta bahwa banyak pedagang yang mengalami kenaikan omzet antara 20-40%.

(Baca Juga: Wow... Pedagang Kecil Pemilik Gerobak UMKM Perindo Naik Omzet hingga 40%)

"Kita melakukan monitoring dan pembinaan di Jalan Trunojoyo dan Jalan Raden Patah Jakarta Selatan. Di situ kan kompleks Mabes Polri, Kementerian PU sampai pekerja proyek di sekitaran sana, semuanya positif melihat Perindo membantu masyarakat kecil," jelas Eko saat dihubungi melalui sambungan telefon, Rabu (13/9/2017).

Berikut beberapa pedagang yang mengalami kenaikan omzet setelah menerima gerobak Perindo:

1. Pedagang bakso malang bernama Soleman yang omzetnya naik 20-25%. Ia mengaku, sebelum menerima gerobak Perindo, dirinya hanya menerima pesanan sebanyak 50 mangkok per hari. Setelah menerima bantuan gerobak dan pembinaan saat ini menjadi 60-75 mangkok per hari.

2. Iskayatun, penjual nasi rames yang mengaku omzetnya naik 40%. Ia mengaku awalnya hanya menerima pesanan 70 piring per hari, setelah menerima bantuan gerobak dan pembinaan menjadi 100 piring per hari.

3. Mahri, penjual es kelapa yang mengaku mengalami kenaikan penjualan sebesar 30% setelah menerima bantuan gerobak dan pembinaan.

4. Taufik, penjual sate ayam dan kambing mengalami kenaikan penjualan 40% setelah menerima bantuan gerobak dan pembinaan. Bahkan, ia mengaku dagangannya selalu habis setiap jam 5 sore.

5. Muhammad Yasir, penjual nasi goreng mengaku mengalami kenaikan penjualan hingga 30% setelah menerima bantuan gerobak dan pembinaan.

6. Sohib, penjual nasi bebek, pecel lele dan ayam mengaku penjualannya meningkat 30% per hari setelah menerima bantuan gerobak dan pembinaan. Bahkan, ia mengaku dagangannya selalu habis tiap jam 4 sore.

7. Syamsu, penjual pecel lele dan ayam mengaku penjualan per harinya meningkat 40% setelah menerima bantuan gerobak dan pembinaan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini