Image

Duh! Pemuda Ini Nekat Jemput Siswa SD Hanya untuk Dicabuli

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Rabu, 13 September 2017 - 22:30 WIB
Ilustrasi pencabulan (Foto: Okezone) Ilustrasi pencabulan (Foto: Okezone)

PEKANBARU - Aksi penculikan siswa SD tengah ramai terjadi di Pekanbaru, Riau, kondisi tersebut membuat orang tua siswa khawatir terhadap anak-anak mereka. Sebelumnya pihak sekolah berhasil mengamankan seorang pemuda karena diduga mencabuli para siswa disana.

Pemuda yang diketahui bernama Pebra Putra (20), terduga pelaku pencabulan tersebut ditangkap karena kedapatan akan membawa salah satu siswa saat masih berada di lingkungan sekolah.

"Pelaku ini ngakunya mau menjemput korban I atas perintah orangtua, padahal tidak. Dia diamankan oleh guru dan wali murid,"ucap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Guntur Aryo Tejo Rabu (13/9/2017).

Keterangan dari pihak sekolah, bahwa pada pukul 10.30 WIB kepada polisi, pelaku mendatangi sekolah yang beralamat di Jalan Marpoyan Damai, Pekanbaru dengan sepeda motor. Saat sejumlah murid ke luar dari kelas untuk pulang, dia mendekati salah satu siswa berinisial I.

Pihak sekolah yang sudah lama mencurigai, langsung mendatangi Pebra. Di hadapan para guru, Pebra yang sehari hari berprofesi sebagai satpam di wilayah Kabupaten Kampar, Riau ini mengaku sengaja menjemput karena disuruh keluarga I. Namun belakangan, pihak keluarga I menyatakan tidak mengenal pelaku.

Hal ini membuat para guru dan sejumlah wali murid yang masih berada di areal sekolah berang dan nyaris menghakiminya. Pebri pun dibawa ke salah satu ruangan sekolah untuk menghindari amuk massa. Setelah diintrogasi, Pebra yang diketahui warga Siak Hulu Kabupaten Kampar, Riau membantah mencabuli.

"Pelaku mengaku hanya menciumi dan meraba raba korbannya. Hasil penyelidikan sementara sudah ada empat korban yang melapor. Semua korban laki laki modusnya sama menjemput para korban ke sekolah," ungkap Guntur.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri 169 Pekanbaru, Titin Sumarni mengemukakan kasus ini terungkap berkat laporan warga dan laporan siswa.

"Ada yang melaporkan ke kita kalau ada orang mencurigakan selalu menjemput siswa-siswa kita. Setelah mengetahui ciri-cirinya, kita kemudian mengintainya. Kemarin baru kita berhasil menangkapnya dan kita serahkan ke polisi. Pengakuan para murid, mereka diimingi uang jajan, kemudian dibawa ke suatu tempat setelah itu melakukan perbuatan tak senonoh itu," imbuhnya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming