Image

Divonis Hukuman Mati, Terpidana 270 Kg Sabu Menangis di Persidangan

Erie Prasetyo, Jurnalis · Kamis, 14 September 2017 - 01:00 WIB

MEDAN - Terbukti menyediakan lokasi penyimpanan dan membantu peredaran sabu seberat 270 kilogram dikawasan kota Medan, Irwan Toni alias Ruslan dihukum mati oleh ketua Majelis Hakim Suyana. Putusan itu dibacakan dalam persidangan yang berlangsung diruang kartika Pengadilan Negeri Medan, Rabu (13/9/2017).

Irwan Toni terbukti berusaha mencari lokasi pergudangan untuk penyimpanan sabu seberat 270 kilogram asal China yang dikirim melalui Malaysia menuju Dumai pada 2015 lalu.

Dalam kasus ini Irwan Toni diperintah Ayau untuk mencari gudang untuk penyimpanan ratusan kilo sabu tersebut.

Kemudian Irwan Toni berhasil menemukan lokasi pergudangan dikawasan Jade City Square Jalan Yos Sudarso KM 11,5 Kelurahan Titi Papan Kecamatan Medan Deli.

Namun saat pengantaran barang dengan menggunakan truk sekitar 17 Oktober 2015 lalu, petugas BNN langsung melakukan penggrebekan dan berhasil mengamankan sabu seberat 270 Kilogram yang dikirim oleh Dicky Nugraha ke gudang tersebut.

Saat pengrebekan Irwan Toni berhasil kabur, sedangkan Jimmy tertangkap saat itu juga, lalu Ayau, Daud alias Athiam dan Lukmansyah.

Usai membacakan putusan yang oleh majelis hakim yang diketuai Suyana, terdakwa mengajukan banding atas putusan tersebut hal yang sama juga disampaikan JPU dari Kejari Medan, Sindu yang sebelum menuntut hukuman mati kepada Irwan Toni

Bahkan seusai persidangan, Irwan Toni mohon doa agar bandingnya diterima, sebab ia masih memiliki anak yang masih balita.

"Kawan media mohon bantu doa ya, agar banding saya diterima, demi tuhan saya tidak tahu kalau gudang yang dicarikan itu untuk simpan sabu," ucapnya sembari beberapa kali menghapus air mata dari pipinya.

[Baca Juga: Detik Mendebarkan Regu Tembak Eksekusi Hukuman Mati]

Sebelumnya dalam kasus ini, empat pelaku lainnya yakni, Ayau, Daud alias Athiam, Jimmy Saputra Bin Rusli dan Lukmansyah bin Nasrul telah dihukum mati dalam putusam pengadilan negeri medan.

Peredaran ratusan kilo sabu ini, bermula dari kesepakatan Daud alias Athiam dengan Lau Lai alias Jecky (DPO) seorang bandar sabu asal Malaysia di hotel Malaka.

Dalam kasus ini, Irwan Toni bersama Ayau dan Jimmy mendapat uang sebanyak Rp 300 juta, untuk mencari importir maupun lokasi penyimpanan. (sym)

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming