Image

Dinamika Gerindra Cabut Dukungan untuk Deddy Mizwar, PKS Jabar Pilih Cooling Down

Oris Riswan, Jurnalis · Rabu, 13 September 2017 - 12:40 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar. (Dok Okezone/Oris Riswan) Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar. (Dok Okezone/Oris Riswan)

BANDUNG – Dinamika soal pencabutan dukungan Partai Gerindra untuk Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu terus bergulir. PKS dan Gerindra pun seakan saling 'berbalas pantun'.

Di satu sisi, PKS mengklaim bahwa Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra menyatakan pencabutan dukungan tidak benar dan akan segera memanggil Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi.

Di sisi lain, Mulyadi mengatakan bahwa dukungan terhadap Demiz-Syaikhu berasal dari dirinya. Sehingga, pencabutan dukungan juga adalah haknya sebagai Ketua DPD Gerindra Jawa Barat. Menurutnya, Prabowo akan memahami apa dilakukannya.

Sekretaris Umum DPW PKS Jawa Barat Abdul Hadi ogah menanggapi lebih jauh soal dinamika tersebut. Menurutnya, setiap partai mempunyai mekanismenya masing-masing.

"Intinya kita cooling down saja. Toh itu adalah ranah dari DPP masing-masing," kata Abdul kepada Okezone, Rabu (13/9/2017).

(Baca Juga: Gerindra Cabut Dukungan, Deddy Mizwar: Sebelum Ada Pernyataan Prabowo Saya Belum Percaya)

Ia pun optimistis Gerindra tidak akan mencabut dukungan. Apalagi, Presiden PKS Shohibul Iman sudah berbicara dengan Prabowo Subianto. Ia pun meminta hal itu tidak diperuncing lagi.

"DPP (Gerindra) kan sudah menyatakan enggak ada masalah dengan dukungan. Intinya enggak ada masalah, tidak boleh dianggap ada masalah lagi," ucap Abdul.

Disinggung soal pernyataan Mulyadi yang menyatakan hak pemberian dan pencabutan dukungan ada padanya, ia tidak mau menanggapinya.

(Baca Juga: Gerindra Cabut Dukungan ke Deddy Mizwar, Presiden PKS: Pak Prabowo Bilang Itu Tidak Benar)

"Saya enggak mau menanggapi karena bukan ranah saya. Pertama, itu kewenangan Pak Mulyadi sebagai Ketua DPD menyampaikan pandangan beliau. Kedua, ada mekanisme di internal masing-masing partai," jelasnya.

PKS pun memilih menyerahkan sepenuhnya keputusan soal itu pada masing-masing DPP. Sebab, ranah pilgub adalah ranah DPP.

"Kami serahkan sepenuhnya kepada pimpinan di pusat. Silahkan (sesuai) mekanisme kedua partai, saling menghormati, dan kami enggak ingin lama-lama berdiskusi karena kerjaan kita (terkait pilgub) masih banyak kan," tutur Abdul.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming