Image

Astaga! Perempuan Dipukuli Sejumlah Pria di Pertemuan Pemilu Kenya, Kok Bisa?

Emirald Julio, Jurnalis · Kamis, 14 September 2017 - 03:02 WIB
Foto ilustrasi (Foto: Reuters) Foto ilustrasi (Foto: Reuters)

KISUMU – Sejumlah pria disebut mendadak masuk ke hotel di Kenya yang tengah mengadakan pertemuan mengenai pemilu. Para pria itu kemudian memukuli perempuan yang menghadiri pertemuan tersebut.

Sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (14/9/2017) Kenya sebenarnya sudah mengadakan pemilihan presiden, legislatif dan setempat pada 8 Agustus 2017. Namun, tiga pekan kemudian Mahkamah Agung membatalkan hasil pemilihan presiden dengan klaim ada penyimpangan dalam proses perhitungan.

BACA JUGA: Tok! Nyatakan Pemilu Kenya Tidak Sah, MA Batalkan Kemenangan Petahana

Bila sesuai rencana maka pemilihan ulang akan diadakan pada 17 Oktober 2017. Banyak pihak di Kenya yang berharap pemilihan ulang tersebut akan memulihkan kepercayaan pada institusi dalam negerinya demi mengurangi munculnya kekerasan politik jangka panjang.

Pejabat Kepolisian Kisumu, Joseph Keitany, mengatakan bahwa pada Rabu 13 September 2017, organisasi perempuan Kristen Kenya mengadakan pertemuan untuk membahas mengenai pemilu ulang ketika sejumlah pria merangsek masuk ke hotel yang menjadi lokasi pertemuan tersebut.

BACA JUGA: Duh! 7 Orang Meninggal Saat Kenya Gelar Pemilu

Reuters mewartakan, wilayah Kisumu merupakan markas dari para pendukung ketua oposisi, Raila Odinga.

“Kami mengerahkan polisi dan mereka menembakkan gas air mata serta peluru ke udara dan mengejar sejumlah pemuda tersebut. Sebelum polisi tiba, para pemuda itu memukuli para perempuan dan mencuri laptop serta uang mereka,” ujar Keitany.

Saksi di lokasi menceritakan melihat para pemuda menyerang para peserta pertemuan dengan kursi di lokasi. “Saya sedang memberikan presentasi ketika mereka menginterogasi kami dan memukuli kami atas klaim kami membeli kartu identitas,” jelas Pastor Alice Atieno.

BACA JUGA: Pejabat KPU Kenya Disiksa dan Dibunuh Sepekan Sebelum Pemilu

Keitany menduga para pemuda itu melakukan aksinya setelah mendapatkan kabar angin melalui aplikasi ponsel pintar mengenai pertemuan itu diadakan untuk membahas mengenai rencana peminjaman kartu identitas warga demi menggelembungkan suara.

Hal ini tentu saja dibantah oleh para perempuan yang menjadi korban pemukulan. Mereka mengklaim pertemuan itu diadakan untuk mendorong pemilihan yang damai.

(emj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming