Image

Kena Sanksi Lebih Berat, Korut Malah Bertekad Mempercepat Program Nuklir

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Kamis, 14 September 2017 - 12:23 WIB
Ambisi nuklir Korea Utara. (Foto: Ist/Sindonews) Ambisi nuklir Korea Utara. (Foto: Ist/Sindonews)

SEOUL - Korea Utara (Korut) "secara kategoris" telah menolak sanksi baru PBB yang ditujukan untuk membatasi ambisi senjata nuklirnya. Demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Korut.

Kementerian Luar Negeri Korut pun menegaskan bahwa sanksi hanya akan memperkuat tekat negara itu untuk mempercepat progran nuklir. Demikian laporan kantor berita resmi Korut, KCNA, seperti disitat dari Anadolu, Kamis (14/9/2017).

Dalam pemberitaannya, KCNA mengecam langkah-langkah hukuman Dewan Keamanan (DK) PBB sebagai usaha untuk mencekik Korut dan rakyatnya sepenuhnya.

(Baca juga: Alot! Kena Sanksi Baru, Korea Utara Tetap Menolak Tunduk)

Pernyataan ini muncul sehari setelah DK PBB mengadopsi sebuah resolusi yang menekan Korut tidak seperti sebelumnya, yakni dengan membatasi impor minyak negara tersebut dan melarang ekspor tekstil.

Sanksi baru tersebut mengikuti uji coba nuklir keenam pada 3 September lalu. Kala itu Korut melakukan uji coba nuklir terkuatnya dan mengklaim mereka berhasil melakukan uji coba bom hidrogen yang bisa dimasukkan ke dalam rudal balistik.

Sebelumnya, Korut tetap bersikap menantang terkait sanksi terbaru yang dikenakan Dewan Keamanan PBB, dan hari Rabu (13/9) menyatakan akan melipatgandakan upaya untuk menangkal yang disebutnya ancaman invasi Amerika

(Baca juga: Sanksi Korut, AS Ingin Aset Kim Jong-un Dibekukan dan Melarangnya ke Luar Negeri)

Presiden Donald Trump mengatakan sanksi yang disetujui Dewan Keamanan dengan suara bulat itu hanyalah sebuah langkah kecil dari apa yang diperlukan untuk menngendalikan program senjata Korea Utara.

Kementerian luar negeri Korea Utara mengatakan resolusi itu melanggar hak Korea Utara mempertahankan diri dan bertujuan untuk mematikan negaranya dan rakyat Korea Utara melalui blokade ekonomi skala penuh.

“Korea Utara akan melipatgandakan upayanya meningkatkan kekuatan guna menjaga kedaulatan negara dan hak eksistensinya dan untuk menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan dengan menciptakan ekuilibrium praktis dengan Amerika Serikat,” kata pernyataan yang dimuat kantor berita resmi KCNA.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming