Image

Mengharukan! Seorang Korban Tewas Kebakaran Madrasah di Malaysia Sempat Kirim Surat ke Orangtua, Ini Isinya...

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Kamis 14 September 2017, 21:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 14 18 1776167 mengharukan-seorang-korban-tewas-kebakaran-madrasah-di-malaysia-sempat-kirim-surat-ke-orangtua-ini-isinya-y2sJtfv9wJ.jpg Ibu Amiel, Norhayati Khalid. (Foto: The Star)

PETALING JAYA - Seolah memiliki firasat, Amiel Asyraf Abdul Rashid sempat mengirim surat kepada orangtuanya sebelum pergi untuk selama-lamanya. Amiel diketahui menjadi salah satu korban tewas kebakaran yang melanda Madrasah Darul Quran Ittifaqiyah di Kuala Lumpur, Malaysia.

Amiel yang baru berusia 11 tahun meninggal bersama lebih dari 20 temannya sekira pukul 05.00 pagi waktu setempat di di Jalan Datuk Keramat di Kuala Lumpur. Sebagaimana diketahui, tragedi kebakaran tersebut sedikitnya menewaskan 25 orang.

Melansir The Star, Kamis (14/9/2017), surat yang ditulis Amiel untuk orangtuanya berisi untaian-untaian kalimat yang mengharukan. Di dalam suratnya, Amiel mengatakan betapa ia mencintai ayah dan ibunya. Selain itu, ia juga mengucapkan permintaan maaf kepada mereka.

"Ibu dan Ayah, maafkan saya jika saya telah melakukan kesalahan. Amiel sangat mencintaimu kalian dan terima kasih telah merawat saya selama ini. Saya tidak tahu bagaimana cara untuk membalas jasa kalian. Dan satu-satunya cara untuk melakukannya adalah belajar dengan baik agar bisa membantu kalian masuk surga," tulis Amiel dalam suranya.

Baca Juga: Innalillahi... Kebakaran Pesantren di Kuala Lumpur Tewaskan 25 Orang

Baca Juga: Tewaskan 25 Siswa & Guru, Kebakaran Madrasah di Malaysia Diduga karena Hubungan Arus Pendek

Sebelumnya, orangtua Amiel sempat mengunjungi putranya pada Rabu 13 September 2017. Berdasarkan keterangan ibu Amiel, Norhayati Khalid (42) surat tersebut diberikan anak kesayangannya saat ia dan suaminya selesai berkunjung.

Khalid dan keluarga sendiri saat ini masih menanti hasil identifikasi polisi guna menunggu jasad putranya. Amiel diketahui belum lama menjadi santri di Madrasah Darul Quran Ittifaqiyah.

"Anak saya dulu pergi sekolah di Kelantan tapi saya memindahkannya ke sini untuk lebih dekat dengan saya," terang Khalid dengan sedih.

Khalid menambahkan, Amiel memilih masuk ke pesantren atas kemauannya sendiri. Berdasarkan keterangan dinas pemadam kebakaran Malaysia, api mulai berkobar di sekolah Darul Quran Ittifaqiyah pada Kamis pagi, 14 September pukul 05.40 pagi waktu setempat. Menurut petugas di lokasi kejadian, kebakaran bermula dari api yang muncul dari kamar tidur sebelum fajar.

Baca Juga: Sedih! 25 Siswa & Guru Tewas Terbakar di Malaysia, Tetangga Dengar Teriakan Minta Tolong

Petugas pemadam kebakaran dari markas terdekat telah berada di tempat kejadian beberapa menit setelah kebakaran terjadi. Namun, sayangnya banyak korban yang tak bisa diselamatkan. Tralis yang menutupi jendela gedung diduga menjadi salah satu penyebab banyaknya jumlah korban.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini