Image

Bersikap Inkonsisten, Pentolan Saracen Bikin Kewalahan Penyidik

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Kamis, 14 September 2017 - 13:02 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus (foto: Okezone) Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus (foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Div Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengaku, pihaknya kewalahan menghadapi Ketua Sindikat Saracen, Jasriadi karena selalu bersikap inkonsisten saat dimintai keterangan.

"Tiga kali ditanya dengan waktu berbeda, dia beri tiga jawaban beda atas pertanyaan yang sama. Ada ketidakkonsistenan," tegas Martinus kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (14/9/2017).

 (Baca: Mantap! Polisi Terima Laporan Hasil Analisis Keuangan Saracen dan Asma Dewi dari PPATK)

Kata dia, Jasriadi sering menceritakan yang berbeda-beda saat dimintai keterangan. Padahal penyidik sangat membutuhkan banyak informasi rekam jejak komunikasi pemimpin kelompok penyebar ujaran kebencian itu untuk membongkar jaringan ini.

"Seringkali dia cerita ABCD, lalu dia bicara EFGH. Dia bilang juga hanya buat proposal, tapi enggak jadi kirimkan," bebernya.

 (Baca juga: Polisi 'Endus' Aliran Uang Asma Dewi ke Saracen dari Penelusuran Jejak Digital)

Meski demikian, penyidik tidak hanya menggali informasi dari Jasriadi, namun juga melakukan pemburuan dari komunikasi secara digital.

"Orang yang terkait dalam ini akan kita data. Akan dilihat jejak digitalnya," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Jasriadi (JAS) merupakan pentolan sindikat penyebar kebencian yang tergabung dalam Saracen. Atas aksinya dia terancam dijerat pasal berlapis lantaran diduga kerap membajak akun media sosial orang lain.

Pasal berlapis tersebut adalah, Pasal 46 Ayat 2 juncto Pasal 30 Ayat 2 dan atau Pasal 46 Ayat 1 juncto Pasal 30 Ayat 1 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Selain JAS Polri juga menangkap tiga pengurusnya, yakni, MTF dan SRN. Saracen ini diketahui sering menyerang menyerang pemerintah, pejabat, publik, tokoh masyarakat atau suatu kelompok. hal ini berdasarkan pesanan pelanggan penggunaan jasa Saracen.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming