Image

Banyak Kepala Daerah Kena OTT, KPK: Dampak Pengawasan Inspektorat Tak Berjalan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis, 14 September 2017 - 14:26 WIB
Wakil Ketua KPK Laode M Syarief (Foto: Okezone) Wakil Ketua KPK Laode M Syarief (Foto: Okezone)

JAKARTA - Beberapa tahun belakangan ini marak pejabat daerah terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nilai korupsi dalam operasi senyap KPK terhadap pejabat daerah tersebut juga cukup fantastis.

Menanggapi maraknya pejabat daerah yang terindikasi korupsi, KPK pun melakukan serangkaian kajian. Hasil kajian tersebut, kata Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief, bahwa peran pengawasan inspektorat di daerah tidak berjalan sebagaimana mestinya.

"Setelah KPK melakukan kajian, Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) atau lebih dikenal dengan inspektorat hampir tidak berjalan sebagaimana mestinya," kata Syarief saat dikonfirmasi, Kamis (14/9/2017).

Syarief pun membeberkan penyebab lemahnya peran pengawasan inspektorat di daerah. Menurutnya, peran inspektorat terganjal dengan atasannya yakni kepada daerah ataupun gubernur.

"Karena mereka (inspektorat) kan melapor ke kepala daerah/gubernur‎. ASN (Aparatur Sipil Negara) juga tidak memiliki kapasitas yang cukup sehingga korupsi di daerah sangat banyak," jelasnya.

Untuk mencegah terulangnya kembali kasus-kasus korupsi di daerah, kata Syarief, KPK akan kembali turun gunung untuk melakukan perbaikan dalam sistem pengadaan barang dan jasa serta perizinan yang rentan dikorupsi‎.

"KPK akan terus membantu terkait perbaikan sistem pengadaan barang dan jasa, perbaikan sistem perizinan, perbaikan proses planning dan budgeting, serta perbaikan APIP," pungkasnya.

Seperti diketahui, KPK kembali melakukan OTT terhadap Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain, setelah sebelumnya menciduk Wali Kota Tegal Siti Masitha Soerpano, Wali Kota Madiun, Bambang Irianto, Wali Kota Cimahi Atty Suharty, Bupati Klaten Sri Hartini, Bupati Subang Ojang Suhandi.

Kemudian, Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, Bupati Ngajuk Taufiqurrahman, Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun, Bupati Sabu, Raijua Marthen Dira Tome, Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming