Image

Sejumlah Kepala Daerah Kena OTT KPK, Mendagri Sudah Pasrah!

Reni Lestari, Jurnalis · Kamis, 14 September 2017 - 15:44 WIB
Mendagri, Tjahjo Kumolo (foto: Okezone) Mendagri, Tjahjo Kumolo (foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku pasrah soal kasus korupsi yang melibatkan sejumlah kepala daerah dan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.

Diketahui, OTT terbaru melibatkan Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain yang diamankan di Sumatera Utara, Rabu, 13 September 2017.

 (Baca: OTT Bupati Batubara Perpanjang Deretan Kepala Daerah Tangkapan KPK, Berikut Daftarnya!)

Tjahjo bahkan mempersilakan KPK untuk terus melakukan OTT terhadap kepala daerah yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

"Kemarin kejadian Bengkulu (OTT Gubernur Bengkulu) mudah-mudahan yang terakhir, tapi masih ditambah beberapa DPRD, ditambah walikota, ditambah Tegal, sekarang Batubara. Saya kira saya persilakan KPK terus lakukan OTT, karena kuncinya sekarang pada individunya," kata Tjahjo di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (13/9/2017).

 (Baca juga: Bupati Batubara Ditangkap KPK, Mendagri: Kalau Ditahan, Kami Siapkan Wakilnya sebagai Plt)

Dalam OTT tersebut diketahui KPK turut mengamankan enam orang lain bersama OK. Dari OTT tersebut, KPK mengamankan sejumlah uang yang belum dapat dikonfirmasikan jumlahnya.

"Terus menyesal, kecewa, tapi mau gimana lagi," lanjut dia.

 (Baca: Melonjak Rp2 Miliar dalam 2 Tahun, Ini Total Kekayaan Bupati Batubara yang Kena OTT KPK)

Tjahjo menjelaskan, semua pengawasan dan aturan, sudah diterapkan dan diupayakan maksimal, termasuk peran inspektorat di daerah. Perilaku koruptif, menurut Tjahjo, akhirnya kembali pada individu masing-masing.

"Saya sudah selalu mengingatkan kepala daerah dan DPRD harus menyadari area rawan korupsi, yang menyangkut dengan perencanaan anggaran, belanja hibah bansos, retribusi, pajak, menyangkut belanja barang dan jasa dan jual beli jabatan. Seharusnya sudah melekat untuk dihindari," terang dia.

Saat ini Kemendagri tengah menunggu surat pemberitahuannya resmi dari KPK untuk menonaktifkan Arya Zulkarnaen sebagai Bupati Batubara dan mengangkat pelaksana tugas (Plt).

"Begitu kami terima surat, begitu resmi kami akan segera mem-Plt-kan kalau yang bersangkutan ditahan," tukas Tjahjo.

OTT terhadap Arya menambah daftar panjang kepala daerah yang ditangkap tangan oleh lembaga anti rasuah. Sebelum Arya, kepala daerah lain yang tahun ini terciduk KPK antara lain, Wali Kota Tegal Siti Masitha, Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan Bupati Pamekasan Achmad Syafii.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming