Image

FOKUS: Prihatin! Politikus Indra J Piliang Tertangkap Nyabu, Pemberantasan Narkoba Mesti Semakin Gencar

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis, 14 September 2017 - 18:15 WIB
Ilustrasi narkoba. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone) Ilustrasi narkoba. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)

PERANG terhadap narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) terus digencarkan para penegak hukum Indonesia. Tidak pandang bulu, semua orang yang berani mencoba barang haram tersebut bakal diringkus. Tercatat ada masyarakat sipil, bandar besar, artis ternama, hingga politikus nasional diamankan petugas. Narkoba dengan jumlah banyak serta jenis baru pernah mereka bawa, bahkan mencapai 1 ton. Ini tentu sangat mengkhawatirkan seluruh insan di Tanah Air, apalagi di tengah program mencerdaskan generasi penerus bangsa yang bebas narkoba.

Lalu pada Rabu 13 September 2017, sekira pukul 19.30 WIB, anggota dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali meringkus tokoh ternama Indonesia. Ia adalah politikus dari Partai Golkar, Indra Jaya Piliang/IJP (45). Dia ditangkap petugas bersama dua rekannya yang lain yakni Romi Fernando/RF (32) dan Muhammad Ismail Jamani/MIJ (35) karena diduga mengonsumsi narkoba jenis sabu. Ketiganya ditangkap di Room Oval Diamond Karaoke Tamansari, Jakarta Barat. Bersama mereka turut diamankan barang bukti berupa satu set alat isap (bong), cangklong bekas pakai sabu-sabu, satu plastik bekas sabu-sabu, dan satu korek api gas.

Sementara Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, sebagaimana dikonfirmasi pada Kamis (14/9/2017), mengatakan ketiganya positif menggunakan narkoba. IJP, RF, dan MIJ saat tes urine awal diketahui positif menggunakan narkotikan yang diduga kuat jenis sabu.

Kombes Argo menjelaskan, penangkapan dilakukan berdasarkan adanya laporan masyarakat. Ketiganya langsung digelandang ke Mapolda Metro Jaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sekaligus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Kebetulan ada informasi dari masyarakat. Sekarang ada di Mapolda Metro Jaya," ujar mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini.

(Baca: Indra J Piliang Ditangkap karena Nyabu, Buwas: Persoalan Hukum Itu Masalah Pribadi)

Kemudian, Lanjut Argo, saat dilakukan penangkapan tidak ada upaya perlawanan dari Indra maupun kedua rekannya. Mereka juga tidak dalam keadaan mabuk berat. Ketika itu ketiganya langsung digelandang ke Mapolda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Enggak ada perlawanan, baik-baik saja," ungkapnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Indra bersama teman-temannya mengonsumsi sabu untuk menghilangkan rasa penat dan menambah stamina. Selanjutnya, Indra mengaku memakai sabu sejak 1 tahun lalu meski tidak mengetahui intensitas pemakaiannya. Saat dilakukan penangkapan, tidak ditemukan sabu, namun hasil tes urine menunjukkan Indra cs positif menggunakan sabu. Bersama kedua rekannya, Indra disinyalir kuat sudah menghabiskan 1 gram sabu.

Langkah berikutnya, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya telah menerjunkan tim untuk memburu orang yang menjual sabu sekaligus menyediakan tempat bagi Indra bersama rekan-rekannya. Tetapi hingga kini polisi masih belum mengantongi identitas pengedar tersebut. Petugas terus memburu agar dapat segera mengungkap mata rantai peredaran barang haram itu hingga sampai ke Indra. "Artinya penyidik masih mendalami, masih mencari informasi-informasi keberadaan barang diduga sabu ini," ujarnya.

Sementara Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Partai Golkar Yorrys Raweyai mengatakan pihaknya tidak akan memberi toleransi terhadap kadernya yang tersangkut kasus korupsi dan narkoba. Meski begitu, belum ada penegasan, apakah Indra J Piliang akan dipecat atau tidak.

Yorrys menegaskan, kader Golkar sangat dilarang berhubungan dengan benda haram narkotika. Hal ini dikarenakan efeknya yang merusak jiwa dan raga masyarakat Tanah Air. "Bagaimanapun narkotika merusak generasi bangsa. Jadi kalau saya pokoknya tidak boleh ada. Narkotika ini masalah bangsa," tegasnya.

(Baca: Dikenal Aktif di Twitter, Ini Cuitan Indra J Piliang Sebelum Diciduk Polisi)

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menegaskan pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada kader yang terbukti mengonsumsi narkoba, sebagaimana baru dialami politikusnya Indra Jaya Piliang. "Partai Golkar memiliki komitmen yang kuat dalam hal pemberantasan narkoba. Siapa pun kader yang menggunakan narkoba, apa pun jenisnya, tentu harus diberi sanksi tegas," terang Ace.

Ace sendiri kaget dan tak menduga Indra J Piliang yang dikenal kritis ternyata tertangkap mengonsumsi narkoba. Padahal selama ini, ia termasuk aktif memberikan masukan kepada Golkar. "Selama ini Indra J Piliang sangat baik orangnya. Aktif memberikan masukan-masukan ke Partai Golkar. Kami tidak menduga kalau dia mengonsumsi narkoba," jelasnya.

Senada, Ketua DPP Partai Golkar Meutya Hafid mengenal Indra J Piliang sebagai sosok yang banyak berperan, meskipun sudah tidak terlalu aktif di kepengurusan. "Tapi di pengurusan ini sudah tidak aktif, memang sudah tidak mengikuti rapat-rapat Golkar. Meski demikian, tentu dari Golkar ikut menyayangkan, karena seharusnya sosok Indra ini menjadi kontribusi pemikiran," ungkap dia.

Sekadar diketahui, Indra J Piliang bukanlah tokoh nasional pertama yang terlibat barang haram narkoba. Sebelumnya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar, dinyatakan positif menggunakan narkoba jenis ganja. "Profil yang diteliti identik dengan DNA yang menempel di kertas lintingan ganja yang setengahnya sudah diisap," jelas Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Sumirat Dwiyanto kala itu.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming