Image

Amankan Barang Bukti OTT, KPK Segel Rumah Dinas Bupati Batubara

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 14 September 2017, 19:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 14 337 1776090 amankan-barang-bukti-ott-kpk-segel-rumah-dinas-bupati-batubara-5arSF7GKP5.jpg Konferensi pers KPK hasil OTT Bupati Batubara OK Arya (Wahyu/Antara)

JAKARTA - Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel ruangan di rumah dinas Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen. Penyegelan itu untuk mengamankan sejumlah barang bukti usai operasi tangkap tangan (OTT) yang ikut menjaring politikus Partai Golkar itu bersam tujuh orang lainnya.

Selain rumah OK Arya, Tim KPK juga menyegel‎ ruangan di keadiaman kontraktor Maringan Situmorang; serta kantor dealer mobil milik Sujendi Tarsono yang sudah dijadikan tersangka bersama OK Arya.

"Tim melakukan penyegelan sejumlah ruangan untuk kepentingan penyidikan," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata dalam konferensi pers di kantornya, ‎Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (14/9/2017).

Sebelumnya, tim satgas lembaga antirasuah menangkap OK Arya dan tujuh orang lainnya dalam OTT di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, pada Rabu, ‎13 September 2017. KPK juga menyita uang Rp346 juta diduga alat suap.

‎Namun demikian setelah dilakukan pemeriksaan intensif, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka. Kelimanya diduga terlibat kasus dugaan suap pengurusan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di lingk‎ungan Kabupaten Batubara.

‎Kelimanya yakni, Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain; Kadis PUPR Batubara, Helman Herdadi; Pemilik Dealer Mobil di Kabupaten Batubara, Sujendi Tarsono, serta dua kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar.

Sebagai pihak penerima suap, OK Arya, Helman Herdadi, dan Sujendi disangkakan melanggar Pasal ‎12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 65 KUHP

Sedangkan sebagai pihak pemberi suap, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini