Image

Tragedi Bayi Debora, Polisi Diminta Tak Ragu Dalami Unsur Pidana RS Mitra Keluarga

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis, 14 September 2017 - 05:40 WIB
RS Mitra Keluarga Kalideres. (Dok Okezone) RS Mitra Keluarga Kalideres. (Dok Okezone)

JAKARTA - Kepolisian diminta tidak ragu mendalami adanya unsur pidana yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga yang menangani bayi berumur empat bulan, Tiara Debora Simanjorang.

Bayi Debora sendiri harus kehilangan nyawanya lantara diduga mendapatkan keterlambatan penanganan media di RS tersebut. Saat ini, pihak Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan kematian bayi itu.

"Jika ditemukan ada indikasi ada kesalahan prosedur secara medis. Polisi jangan ragu untuk memprosesnya secara hukum," kata Kriminolog Edi Hasibuan kepada Okezone, Kamis (14/9/2017).

Penyelidikan kesalah prosedur itu, kata Edi, pihak kepolisian bisa melakukan dengan cara langsung turun ke lapangan, mengumpulkan sejumlah fakta-fakta dan meminta keterangan ahli terkait hal ini.

"Polisi harus cek dimana kesalahan prosedur yang dituduhkan," ujar Edi.

Bayi Debora sendiri harus meregang nyawa di RS Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat lantaran diduga kurang mendapatkan penanganan yang maksimal.

Tidak maksimalnya penanganan bayi malang itu lantaran, pihak keluarga tidak memiliki uang yang mencukupi untuk membayar uang muka perawatan.

[Baca Juga: Kasus Bayi Debora, RS Perlu Disanksi jika Lalai Tangani Pasien]

Seharusnya, Debora dimasukkan ke ruang pediatric intensive care unit (PICU). Tetapi, karena uang yang tak memadai, akhirnya Debora tidak dilakukan perawatan sesuai anjuran dokter RS. Mengingat, keluarga harus membayar uang muka belasan juta rupiah. (sym)

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming