Image

Siswi SD Tanjung Duren Tak Diculik, Ini Kejadian Sebenarnya yang Terekam CCTV

Lina Fitria, Jurnalis · Kamis, 14 September 2017 - 21:18 WIB
Kombes Ivers Manossoh. Foto Okezone/Lina Fitria Kombes Ivers Manossoh. Foto Okezone/Lina Fitria

JAKARTA – Polisi menyelidiki kamera pengawas CCTV SD 01 Negeri Tanjung Duren terkait salah satu siswinya yang mengaku diculik. Pengakuan itu direkam dalam video dan tersebar di media sosial.

Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat Kombes Ivers Manossoh, mengatakan dari hasil analisia rekaman CCTV yang berada di lokasi tidak ditemukan adanya tindakan penculikan seperti pengakuan ketiga siswi SDN Tanjung Duren.

"Dari hasil penyelidikan CCTV tidak terdapat perbuatan menyekap anak dan percobaan penculikan terhadap PI. Jadi saya tegaskan sekali lagi, video pengakuan PI itu tidak benar," ujar Ivers kepada wartawan di Polsek Tanjung Duren, Grogol, Jakarta Barat, Kamis (14/9/2017).

Baca Juga: Siswi SD Mengaku Nyaris Diculik, Polisi: Video Itu Tidak Benar

Kata Ivers dari pantauan rekaman CCTV kejadian sekitar pukul 13.30 WIB, ketiga siswi itu melintas di samping mobil yang diduga penculik. Namun kendaraan itu merupakan milik penduduk setempat yang di parkir di depan sekolah.

"Saat kami klarifikasi pemilik mobil ternyata dia salah satu penduduk yang biasa parkir di depan sekolah, yang parkir itu kendaraan yang bersangkutan. Bersamaan dengan itu melintas tiga anak tersebut tukang parkir di dekat situ membuka mobil pemilik mobil, jadi terlihat dalam CCTV tukang parkir ini dia mengarahkan dengan memegang belakang kepala si anak ini. Agar segera pergi karena pintu mau dibuka. Lalu rekaman CCTV sama sekali tidak ada tindakan penculikan," paparnya.

Sebelumnya polisi terlebih dahulu melakukan reka adegan ulang di sekitar lokasi secara tertutup. Ketiga saksi maupun korban pun turut dihadirkan. Menurut Ivers sebanyak 20 adegan dilakukan, namun pada adegan ke 14-15 kita temukan ketidak sesuaian pengakuan si anak dengan rekaman CCTV.

"Kurang lebih 20 adegan kita hadirkan 3 anak petugas parkir dan pemilik mobil untuk mendapatkan informasi fakta di TKP. Itu yang kami analisa dan pengakuan dari 11 saksi," paparnya.

Baca Juga: Huuu, Reka Ulang Kasus Dugaan Penculikan di Tanjung Duren Tertutup

"Pada adegan ke 14-15 kita temukan ketidak sesuaian pengakuan si anak dengan rekaman CCTV," sambungnya.

Dia menambahkan kalau ketiga siswi ini mengaku takut. Namun setelah diklarifikasi mereka bohong.

"Nanti kita liat ada unsur kesengajaan atau tidak tentu pihak sekolah punya maksud ya ada juga positifnya agar tidak terjadi di masyarakat. Kami sampai sekarang belum menemukan unsur kesengajaan dari menyebarnya video ini ya. Karena ini masih penyelidikan," bebernya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming