nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ingat Ya! Mendaki Puncak Semeru Lebih Berbahaya di Musim Kemarau

Hari Istiawan, Okezone · Kamis 14 September 2017 11:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 14 519 1775672 ingat-ya-mendaki-puncak-semeru-lebih-berbahaya-di-musim-kemarau-nnLIpUJI0x.jpg Pendaki Gunung Semeru (foto: Risna Nur Rahayu/Okezone)

MALANG - Pendakian ke Gunung Semeru kembali dibuka setelah dua hari kemarin ditutup untuk proses evakuasi seorang pendaki meninggal dan satu patah kaki karena terkena longsoran batu saat turun dari Puncak Mahameru.

Dua pendaki yang menjadi korban adalah Muhammad Ridwan asal Krembangan, Surabaya, yang meninggal dunia dan Anwar yang mengalami patah kaki. Keduanya tertimpa longsoran batu saat turun dari puncak Semeru pada Selasa 12 September 2017.

Kepala Resort Ranupani, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Agung Siswoyo mengatakan, hari ini pendakian sudah dibuka kembali dan tetap melarang para pendaki ke puncak. Selain karena batas pendakian memang sampai Kalimati, kondisi jalur ke puncak juga rawan longsor.

"Kalau musim kemarau memang rawan longsor karena pasirnya kering, sehingga kalau pasirnya longsor batu-batu ikut juga," kata Agung Siswoyo kepada Okezone, Kamis (14/9/2017).

Dia menegaskan, petugas saat briefing selalu menekankan kepada para pendaki agar tidak mendaki ke puncak dan selalu waspada serta hati-hati. Namun, peringatan ini kadang dilanggar oleh pendaki yang sudah sampai Kalimati untuk nekat ke puncak.

Selama dua hari terakhir, kata Agung, pendakian ke Semeru cenderung sepi sekira 200-an pendaki setiap hari. Kuota pendaki ke Semeru menurutnya tetap 500 orang per hari meskipun hari libur.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini