Image

Jempol! Mahasiswi UGM Jadi Delegasi Indonesia di Simposium Internasional Afrika Selatan

Susi Fatimah, Jurnalis · Kamis 14 September 2017, 19:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 14 65 1775897 jempol-mahasiswi-ugm-jadi-delegasi-indonesia-di-simposium-internasional-afrika-selatan-rfskcS9fPq.jpg Foto: Dok UGM

JAKARTA - Bisa tampil di ajang internasional tentu menjadi kembanggaan tersendiri. Hal itulah yang dirasakan oleh mahasiswi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Serena Pynta Phenomenon, yang terpilih menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam International Forestry Students’ Symposium (IFSS) ke-45 di Afrika Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, Serena mempresentasikan karya ilmiah yang disusun bersama rekan mahasiswa Kehutanan UGM lainnya, Alnus Meinata, dengan judul “City of Philosophy: Evaluation of Yogyakarta Philosophical Axis based on Tree Architecture and its Philosophy towards UNESCO World Heritage”.

Hasil penelitian ini merupakan bagian dari penelitian Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. mengenai jenis, arsitektur dan filosofi pohon pada sumbu filosofi Yogyakarta yang dibiayai oleh dana DPP Fakultas Kehutanan UGM.

“Penelitian ini ingin mengenalkan dan mengevaluasi konsep arsitektur dan filosofi pohon yang menjadi salah satu bagian dari City of Phylosophy yang telah diusulkan menjadi UNESCO World Heritage pada 14 Maret 2017,” papar Serena seperti dilansir dari laman UGM, Kamis (14/9/2017).

Serena mengatakan, peran pemuda sebagai agen perubahan di kancah global tidak dapat diwujudkan maksimal apabila tidak didukung dengan kemampuan berkomunikasi dan membangun jaringan.

“Saya berharap akan ada lebih banyak kesempatan dan dukungan bagi pemuda Indonesia untuk berpartisipasi dalam ajang-ajang internasional, khususnya di bidang kehutanan,” tuturnya.

IFSS merupakan ajang tahunan terbesar yang diselenggarakan oleh International Forestry Students’ Association (IFSA) yang merupakan satu-satunya organisasi independen mahasiswa kehutanan dan lingkungan hidup di dunia. IFSA memiliki 87 komite lokal yang tersebar di lebih dari 40 negara di seluruh dunia.

Setiap tahun, IFSA Local Committee UGM mengirimkan delegasinya untuk mewakili Indonesia di simposium tingkat internasional ini. IFSS ke-45 diselenggarakan oleh lima komite lokal di Afrika Selatan yang terdiri atas Nelson Mandela Metropolitan University, Fort Cox University, University of Pretoria, University of Stellenbosch, dan University of Venda.

Mengangkat tema “Practicing forestry in a diverse environment: Siyaphi (where to from here)”, IFSA dihadiri oleh 121 delegasi dari 48 komite lokal dan 32 negara.

Terdapat lima agenda utama dalam simposium yang diselenggarakan pada 2-17 Juli 2017 ini, diantaranya sidang umum, serangkaian IFSA workshop, presentasi paper dan poster, kuliah umum, kunjungan lapangan dan budaya, serta international night.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini