Astaga! Ganja 200 Kg Asal Aceh untuk Disebar di Jawa Barat Behasil Digagalkan

CDB Yudistira, Okezone · Senin 18 September 2017 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 18 525 1778166 astaga-ganja-200-kg-asal-aceh-untuk-disebar-di-jawa-barat-b9IczISOpS.jpg foto: Illustrasi Okezone

BANDUNG - Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Barat, menggagalkan pengiriman 200 kilogram lebih ganja asal Aceh, yang bakal dikirimkan ke Bogor, ‎Jawa Barat.

Dari upaya penggagalan tersebut, petugas BNN amankan lima orang, diantaranya ‎Junaedi alias Boboy, Rojani alias Batok, Bukhori Muslim alias Butek, Iman Ismanudin dan Suparman alias Parman.

Kepala BNNP Jabar Brigjen Kusnadi menyebutkan, pengungkapan tersebut berawal dari adanya informasi bakal terjadi pengiriman ganja dari Aceh ke Bogor, Jawa Barat.

"Dari situ tim langsung melakukan penyelidikan dan pengintaian," katanya kepada wartawan di BNNP Jabar, Jalan Antapani, Senin (18/9/2017).

(Baca: Tepuk Tangan! BNN Jabar Gagalkan Penyelundupan 230 Kg Ganja, 5 Kurir Ditangkap)

Ia menyebutkan, kemudian tim mencurigai mobil pikup B 9512 PAB hitam sesuai dengan ciri-ciri yang didapat petugas soal kendaraan yang bakal membawa barang haram tersebut di perempatan Jalan Raya Gunung Sindur.

Kemudian tim langsung melakukan penyergapan terhadap kendaraan pikup tersebut. Saat digeledah ditemukan 220 bungkus ganja yang disimpat dibawah lantai mobil yang dimodifikasi.

Selain mengamankan ratusan bungkus ganja, sopir dan kernetnya Junaedi dan Rojani langsung diinterograsi. Dari pengakuannya, barang tersebut akan dikirim ke Bukhori Muslim di Tanah Sereal.

"Dari pengakuannya barang tersebut milik W dan B (DPO)," ujarnya.

Dari hasil pengembangan kemudian ditangkap dua tersangka lainnya, yakni Iman Ismanudin dan Suparman alias Parman.

Menurutnya, pengungkapan dan penggagalan pengiriman ganja ke Jabar ini juga merupakan pengembangan dari penangkapan ganja seberat 232 kilogram sebelumnya.

Dari hasil pengungkapan tersebut, Kusnadi mengaku sebanyak 46 ribu jiwa warga di Jabar terselamatkan dari mengonsumsi daun terlarang tersebut. Atas perbuatannya para tersangka dijerat Pasal 114 Ayat 2 Jo Pasal 111 Ayat 2, Jo Pasal 132 Ayat 2 UU Narkotika dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati, seumur hidup dan denda Rp10 miliar. (wal)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini