Image

Ratusan Uang 500 Euro Bikin Toilet Tersumbat, Jaksa Swiss Lakukan Penyelidikan

Djanti Virantika, Jurnalis · Selasa 19 September 2017 13:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 19 18 1778767 ratusan-uang-500-euro-bikin-toilet-tersumbat-jaksa-swiss-lakukan-penyelidikan-ezx7YvxxME.jpg Uang kertas 500 Euro. (Foto: Getty Images)

JENEWA – Hal yang tak biasa ditemukan di dalam kamar mandi restoran dan bank di Jenewa, Swiss. Potongan uang 500 euro atau sekira Rp7,9 juta ditemukan di dalam toilet tiga restoran dan sebuah kantor bank UBS.

Potongan-potongan uang yang berada di empat lokasi itu bahkan membuat toilet di sana tersumbat. Bagaimana tidak, saat tukang ledeng membongkar toilet tersebut, mereka menemukan ratusan uang 500 euro di sana. Diperkirakan, jumlah uang yang berada di empat toilet itu mencapai 100.000 euro atau sekira Rp1,5 miliar.

BACA JUGA: VIDEO: Diterpa Angin, Ratusan Lembar Uang Pria Ini Beterbangan ke Jalan Kota

Jaksa setempat pun menyelidiki kasus ini. Pasalnya, uang yang ditemukan jumlahnya sangatlah besar. Mereka mencurigai adanya tindak kriminal dari kejadian ini.

Menurut juru bicara Jaksa Penuntut Umum Jenewa, Vincent Derouand, insiden ini pertama kali dilaporkan pada Mei. Namun, peristiwa tersebut baru diumumkan ke publik akhir-akhir ini. Hal ini diketahui melalui pemberitaan salah satu surat kabar setempat, yakni Tribune de Geneva.

"Kami mencoba untuk mencari tahu dari mana catatan itu berasal dan apakah sebuah kejahatan telah dilakukan," ujar Vincent Derouand, sebagaimana dikutip dari BBC, Selasa (19/9/2017).

Melihat bentuk potongan dari uang tersebut, pihak penyidik memperkirakan uang tersebut dipotong menggunakan gunting. Penyelidikan kasus ini, lanjut Derouand, pertama-tama akan fokus pada aktivitas ilegal karena uang tersebut dihancurkan.

Kecurigaan mengenai tindak kriminal semakin mencuat setelah uang kertas tersebut dikabarkan akan ditarik dari peredaran pada 2018. Pasalnya, pemerintah setempat khawatir peredaran uang dengan nilai tinggi ini dapat memfasilitasi kegiatan ilegal seperti pencucian uang.

BACA JUGA: Ngaku Butuh Uang, Pria Thailand Rampok Bank Sambil Minta Maaf

Bank sentral di Eropa sendiri dikabarkan sudah berhenti memproduksinya. Hal ini dilakukan menyusul penyelidikan atas penggunaannya yang sedang dilakukan Komisi Eropa.

Di Swiss, menghancurkan uang tidak termasuk sebuah pelanggaran. Namun, jaksa setempat terdorong untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan tak ada tindak kriminal di balik tindakan ini.

“Jelas, ini sangatlah mengejutkan,” tukas Vincent Derouand. (DJI)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini