nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PKB, Hanura dan PKPI Bentuk Koalisi Poros Baru di Pilgub NTT, Siapa yang Diusung?

Adi Rianghepat, Jurnalis · Rabu 20 September 2017 15:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 20 340 1779701 pkb-hanura-dan-pkpi-bentuk-koalisi-poros-baru-di-pilgub-ntt-siapa-yang-diusung-uHwuKeU1kE.jpg Ilustrasi (Okezone)

KUPANG - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hanura dan Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) sepakat membuat koalisi Poros Baru di Pilgub Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, mereka belum menentukan siapa bakal calon gubernur dan wagub yang akan diusung, karena masing-masing partai belum mengajukan jagoannya.

Ketua DPW PKB NTT, Yucun Lepa mengaku, partai berbasis NU nasionalis itu hingga kini belum menetapkan siapa yang akan disodorkan ke Poros Baru yang digagas bersama itu. Namun, PKB sempat memunculkan kadernya Marianus Sae sebagai bakal kandidat.

“Kita belum ajukan siapa pun ke Poros Baru. Bukan kami saja, dari Hanura dan PKPI juga belum,” katanya di Kupang, Rabu (20/9/2017).

Saat ini, masing-masing partai sedang berproses. Dirinya sendiri sedang mengkonsultasikan ke DPP terkait Pilgub NTT. Hal ini penting untuk mendapat arahan lebih lanjut soal koalisi, termasuk terhadap bakal calon yang akan diusung dan diajukan oleh PKB.

“Kita ingin dapat petunjuk lebih jauh soal Pilgub NTT. Besar harapan ada signal positif untuk pencalonan gubernur dan wakil gubernur nanti,” sebutnya.

Terhadap arah koalisinya selain bersama dua partai di Poros Baru, Anggota DPRD NTT itu mengaku belum juga miliki kepastian. Pasalnya, semua merupakan domain DPP, dengan memperhatikan masukan dari DPW PKB NTT.

Prinsipnya kata Yucun, terkait usungan Poros Baru untuk pemilihan gubernur, masih sedang berproses di semua partai di setiap tingkatan hingga ke tingkat DPP. Setiap parpol koalisi akan mengajukan bakal calon untuk dibahas bersama. "Ya salah satunya Marianus Sae dan beberapa figur lain yang sudah mendaftar," kata Yucun.

Ketua Dewan Pimpinan Partai PKPI NTT, Yan Mboeik mengaku masih sedang beproses. Bahkan hingga kini Dewan Pimpinan Nasional PKPI di Jakarta belum menentukan seperti apa koalisi maupun pasangan calon yang akan diusung. "Ya soal koalisi dan penetapan pasangan calon kewenangannya di Jakarta," katanya.

PKPI NTT masih terus membangun komunikasi dengan semua bakal calon yang mendaftar. Juga dengan DPN terkait peluang-peluang politik. “Di partai kita belum ada keputusan apa pun. Kami di DPP juga masih menunggu seperti apa keputusan politik dari DPN,” katanya.

Pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTT serentak 2018 mengharuskan semua partai pemilik kursi di DPRD berkoalisi karena tidak ada yang memiliki cukup kursi untuk mencalonkan kandidat sendiri.

PKB, Hanura dan PKPI jika berkoalisi akan sangat ideal karena memenuhi syarat jumlah minimal yaitu 13 kursi. PKB dan Hanura masing-masing memiliki 5 kursi dan plus PKPi tiga kursi di DPRD NTT.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini