nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Tahun Baru Islam, 4 Tahun Baru Ini Juga Dirayakan Masyarakat Dunia

Djanti Virantika, Okezone · Kamis 21 September 2017 16:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 21 18 1780338 selain-tahun-baru-islam-4-tahun-baru-ini-juga-dirayakan-masyarakat-dunia-BDjzwbh68G.jpg Pesta kembang api. (Foto: Daily Mail)

HARI ini, Muslim di seluruh dunia merayakan Tahun Baru Islam. Berbagai hal dilakukan untuk memperingati bulan suci tersebut. Sebagian besar umat Islam biasanya berdoa, berpuasa, atau merefleksikan diri pada 1 Muharam.

Perayaan sebenarnya tak hanya terjadi pada Tahun Baru Islam. Beberapa tahun baru lainnya di dunia juga dirayakan oleh masyarakat dengan melakukan berbagai hal. Biasanya, perayaan yang dilakukan akan berkaitan erat dengan tradisi atau kebudayaan setempat.

Di dunia ini, sedikitnya ada lima tahun baru yang berbeda di seluruh dunia. Salah satu tahun baru tersebut adalah Tahun Baru Islam. Tahun baru ini ditandai dengan habisnya kalender Hijriah. Penentuan Tahun Baru Islam dilakukan berdasarkan pengamatan bulan. Bulan sabit pada bulan pertama di Makkah menjadi tanda datangnya Tahun Baru Islam.

Awal kalender Islam ditentukan berdasarkan perhitungan badan astronomi Arab Saudi. Oleh karena itu, 1 Muharam jatuh di tanggal yang berbeda setiap tahunnya.

Tahun Baru Islam atau yang juga dikenal sebagai Tahun Baru Hijriah, biasanya diperingati umat Islam dengan beribadah. Banyak dari mereka yang menggelar doa bersama pada 1 Muharam. Perayaan ini dilakukan bergantung tradisi masyarakat setempat. Pasalnya, di Indonesia, peringatan 1 Muharam dilakukan dengan cara yang berbeda di beberapa wilayah.

Masyarakat di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa memiliki tradisi tersendiri saat memperingati 1 Muharam. Di sana, tahun baru ini disebut Malam 1 Suro. Mereka biasanya menyambut tahun baru dengan tirakat, begadang, menyepi, bahkan berendam.

Di Malaysia, yang mayoritas penduduknya merupakan umat Islam, Tahun Baru Islam dirayakan dengan beribadah. Masyarakat di Malaysia akan pergi ke masjid untuk berdoa ataupun membaca Surah Yasin. Tak hanya itu, ada juga yang merayakannya dengan menggelar acara di lapangan.

Berbeda dengan Malaysia, di Maroko masyarakat mempunyai tradisi tersendiri. Saat Tahun Baru Islam, mereka biasanya akan saling membawakan roti. Tradisi unik ini telah dilakukan selama ratusan tahun.

Tahun Baru Masehi

Selain Tahun Baru Islam, tahun baru yang sangat familier di kalangan masyarakat dunia adalah tahun baru Masehi. Tahun baru ini dirayakan pada malam hari di hari terakhir pada tahun itu, yakni 31 Desember. Di berbagai negara, tahun baru ini sangat identik dengan pesta kembang api.

Tahun baru ini sebenarnya diadakan untuk memperingati Dewa Janus. Pada 46 sebelum Masehi (SM), Julius Cesar memutuskan hal ini. Ia menetapkan 1 Januari sebagai permulaan setiap tahun di kalender baru. Oleh karena itu, nama bulan pertama di kalender Masehi adalah ‘Januari’ yang diambil dari ‘Janus’.

Pesta kembang api saat perayaan Tahun Baru Masehi di Sydney, Australia. (Foto: The Daily Telegraph)

Janus sendiri dianggap sebagai dewa permulaan, akhir, lorong, dan waktu. Ia selalu digambarkan dengan dua wajah. Satu wajahnya berada di masa lalu dan satu lagi menghadap ke masa depan.

Selain diperingati dengan pesta kembang api, masyarakat di beberapa negara biasanya merayakan tahun baru ini dengan berkumpul bersama keluarga. Mereka akan bertemu dengan teman, keluarga, ataupun kekasih di sebuah pesta. Di luar negeri, pesta perayaan tahun baru ini akan dihiasi dengan sampanye, petasan, dan topi lucu. Saat detik-detik bergantinya tahun, mereka akan berdoa agar dapat menjalani kehidupan yang lebih di tahun yang baru.

Tahun Baru China

Kemudian, ada juga Tahun Baru Imlek. Tahun baru ini biasanya juga disebut Tahun Baru China. Pasalnya, Imlek dirayakan berdasarkan kalender China. Oleh karena itu, di China, tahun baru ini menjadi salah satu hari libur tradisional terpenting. Tahun baru ini dirayakan dengan meriah setiap tiap tahunnya oleh masyarakat keturunan Tionghoa.

Tahun Baru Imlek biasanya dirayakan dengan berkumpul bersama keluarga. Orang-orang akan pulang ke rumahnya untuk merayakan hari tersebut bersama keluarga mereka. Untuk memperingati hari tersebut, biasanya akan diadakan makan malam. Berbagai makanan yang disajikan merupakan masakan khas yang dipercaya dapat membawa keberuntungan. Dengan menyantap makanan tersebut, kemakmuran dipercaya akan hadir di tahun mendatang.

Makanan yang disediakan saat Imlek. (Foto: Getty Images)

Di Amerika Serikat, masyarakat biasanya merayakan Imlek di San Fransisco. Acara mewah di sana akan diawali dengan pameran bunga di rumah-rumah. Acara ini diadakan oleh masyarakat keturunan Tionghoa. Kemudian, parade Golden Dragon menjadi puncak perayaan acara ini. Parade tersebut disaksikan oleh ribuan orang.

Selain di AS, perayaan Imlek juga dilakukan di Inggris. Masyarakat keturunan Tionghoa di sana akan melakukan parade di jalan. Tak hanya itu, festival mewah yang berisi pertunjukan tari khas China dan akrobat juga diadakan di sana.

Tahun Baru Rosh Hashanah

Selain tahun baru-tahun baru tersebut, ada juga Tahun Baru Yahudi yang juga disebut Rosh Hashanah. Tahun baru ini dirayakan pada musim gugur. Perayaan dilakukan pada dua hari pertama bulan ketujuh kalender Ibrani.

Bagi orang Yahudi, tahun baru ini menjadi masa untuk berintrospeksi. Mereka akan melihat kembali kesalahan yang diperbuat selama setahun terakhir. Setelah itu, mereka akan merencanakan perubahan untuk tahun berikutnya.

Apel, madu, dan buah-buahan lainnya menjadi hidangan wajib saat perayaan Rosh Hashanah. (Foto: Huffington Post)

Pada Rosh Hashanah, masyarakat Yahudi akan menyediakan beberapa makanan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk perayaan mereka. Makanan yang biasanya disediakan adalah madu, apel, kacang polong, dan ikan.

Mereka biasanya akan memakan apel dengan mencelupkannya ke madu. Hal ini merupakan simbol untuk mendapat tahun baru yang manis. Selain makan, mereka akan menghabiskan waktu di tempat ibadah. Mereka pergi ke sinagoga pada salah satu hari tersuci dalam setahun itu.

Tahun Baru Nowruz

Terakhir, ada Tahun Baru Nowruz yang dirayakan masyarakat Iran. Tahun baru ini jatuh pada 20 Maret di hari pertama musim semi. Berbagai hal dilakukan masyarakat setempat untuk merayakan tahun baru tersebut.

Biasanya, mereka akan melakukan bersih-bersih di tahun baru tersebut. Kegiatan membersihkan rumah akan dilakukan selama hari Nowruz dan 13 hari terakhir. Tak hanya membersihkan rumah, mereka juga biasanya akan memperbarui lemari mereka. Hal tersebut dilakukan sesuai tradisi dan kepercayaan masyarakat setempat.

Masyarakat Iran memilih telur yang telah diwarnai untuk merayakan Nowruz. (Foto: Getty Images)

Api unggun akan dinyalakan saat Tahun Baru Nowruz. Masyarakat memiliki ritual khusus saat menyalakan api unggun tersebut. Seseorang akan melompati api unggun. Hal ini dilakukan untuk mengumpulkan energi di tahun selanjutnya.

Selain itu, setiap keluarga juga akan melakukan kegiatan khusus. Mereka akan berbagi tujuh benda keberuntungan. Benda yang diberikan merupakan keunikan asli yang dipercaya akan melindungi mereka. Mereka juga akan menghidangkan kue kering, lilin, telur, apel, kacang, ikan merah, dan buah kering pada tahun baru tersebut. (DJI)

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini