Image

Mantap! Atasi Limbah, Ilmuwan Temukan Jamur Pengurai Plastik di Pakistan

Djanti Virantika, Jurnalis · Kamis 21 September 2017, 23:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 21 18 1780502 mantap-atasi-limbah-ilmuwan-temukan-jamur-pengurai-plastik-di-pakistan-UvgGeb3eWG.jpg Sampah plastik. (Foto: Reuters)

PAKISTAN – Para peneliti berhasil menemukan sebuah temuan baru. Mereka mendapati adanya jamur yang memakan plastik. Jamur ini mereka temukan di tempat yang banyak terdapat plastik, yakni tempat pembuangan sampah.

Para peneliti yang berasal dari Pakistan dan China menemukan jamur tersebut setelah melakukan penelitian yang cukup lama. Mereka melihat keberadaan sebuah jamur yang memakan plastik di tempat pembuangan sampah yang terletak di Islamabad, Pakistan.

Mereka pun terus melakukan penelitian setelah menemukan jamur tersebut. Hasil penelitiannya mereka tulis dalam sebuah studi yang berjudul ‘Biodegradasi Poliester oleh Aspergillus Tubingensis’.

BACA JUGA: Ilmuwan China Mau Tanam Kentang di Bulan Tahun Depan

Penelitian ini dilakukan oleh sembilan peneliti yang berasal dari Pakistan dan China. Dalam studi yang ditulisnya tersebut, mereka menekankan perlunya cara baru yang lebih aman dan efektif untuk mendegradasi limbah plastik.

Penelitian ini berangkat dari kecemasan para ilmuwan melihat banyaknya plastik yang ada di dunia. Pasalnya, jumlah plastik yang ada saat ini sangatlah mengkhawatirkan. Apalagi, plastik diketahui sangat sulit diurai.

Dari penelitian ini, para ilmuwan menemukan bahwa jamur aspergillus tubingensis dapat merusak plastik-plastik yang telah digunakan. Menurut para ilmuwan, plastik non-biodegradable dalam beberapa pekan bisa menyekresikan enzim yang memisahkan molekul individual.

Penulis utama dalam studi ini adalah Dr Sehroon Khan dari World Agroforestry Centre, Institut Biologi Kunming. Ia mengatakan bahwa timnya telah mencari cara untuk mendegradasi limbah plastik yang sudah ada di alam.

"Kami memutuskan untuk mengambil sampel dari tempat pembuangan sampah di Islamabad, Pakistan, untuk melihat apakah ada makanan di plastik itu dengan cara yang sama seperti organisme lain memakan tanaman mati atau hewan," katanya, sebagaimana dikutip dari Asia One, Kamis (21/9/2017).

Dalam penelitiannya, mereka menguji jamur tersebut terlebih dahulu. Jamur diuji di piring cair, tanah, dan Sabouraud Dextrose Agar (SDA) yang terutama digunakan untuk isolasi dermatofit, jamur dan ragi lainnya. Hal ini dilakukan untuk menemukan kondisi ideal agar jamur dapat bekerja dengan efektif.

Khan dan timnya menemukan bahwa jamur dapat membuat plastik membusuk di ketiga media tersebut. Degradasi paling tinggi saat berada di lempeng SDA, kemudian diikuti oleh cairan dan tanah.

Jamur sendiri diketahui memang hidup di tanah. Namun, para periset mengatakan bahwa ia juga dapat bertahan di permukaan plastik.

Dengan ditemukannya aspergillus tubingensis ini, Khan berharap bisa membantu melestarikan lingkungan. Hal ini dapat menjadi solusi bagi ancaman plastik yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk terurai. Jamur ini bisa digunakan di pabrik pengolahan limbah untuk merawat partikel plastik yang telah mencemari persediaan air dan juga tanah.

Penemuan ini merupakan yang paling baru di bidang mikoremediasi, sebuah proses yang menggunakan jamur untuk menurunkan zat pencemar. Hal ini merupakan kabar yang sangat menggembirakan, sebab plastik sangatlah berbahaya karena bisa membawa karsinogen dan juga polutan mematikan lainnya. (DJI)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini