nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kirab Tujuh Ekor Kerbau dan Benda Pusaka Jadi Penanda Perayaan 1 Suro di Keraton Surakarta

Bramantyo, Okezone · Jum'at 22 September 2017 03:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 22 512 1780579 kirab-tujuh-ekor-kerbau-dan-benda-pusaka-jadi-penanda-perayaan-1-suro-di-keraton-surakarta-R8RfwvxaEc.jpg

SOLO - Keluarnya tujuh ekor kerbau menandai peringatan pergantian tahun baru Islam 1439 Hijriah yang digelar Kraton Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah.

Pantauan Okezone, berbeda dari tahun sebelumnya, keluarnya tujuh ekor kerbau pusaka milik Kraton Kasunanan yaitu Kiai Apon, Kiai Welas, Kiai Sukro, Kiai Juminten, Kiai Paing, Kiai Jabo dan Kiai Soge, lebih cepat dari biasannya.

Pada tahun sebelumnya, keluarnya kerbau pusaka milik Kraton, selalu menjelang dini hari atau melewati pukul 00.00 WIB. Namun, pada tahun ini, kirab kerbau pusaka itu sudah berjalan sekira pukul 22.45 WIB.

Sama seperti kirab sebelumnya, selain keluarnya tujuh ekor kerbau pusaka, benda-benda pusaka milik Kraton pun ikut dikirab. Terpantau ada sekira 20 kotak yang berisi benda-benda pusaka milik Kraton dibawa dalam kirab oleh para Abdi Dalem.

Setelah iringi-ringan kirab meninggalkan halaman Keraton Kasunanan, untuk mengelilingi tembok Keraton, ribuan warga yang sejak sore hari sudah memadati halaman Keraton Kasunanan, langsung meringsek memperebutkan kotoran yang ditinggalkan hewan kerbau.

Tak hanya kotoran kerbau jadi rebutan, janur yang terpasang di tiang Kraton pun tak luput dari serbuan warga. Mereka mempercayai adanya berkah tersendiri bila mendapatkan kotoran kerbau maupun janur milik Keraton.

Panitia Kirab Malam 1 Suro, K.G.P.H Benowo, yang juga adik Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII, mengatakan, seluruh keturunan Paku Buwono (PB) maupun para sentana dalem ikut dalam kirab ini.

Namun, ada pula keturunan Paku Buwono yang tidak ikut dalam kirab. Bagi yang tidak mengikuti kirab,ungkap K.G.P.H Benowo, tetap berada di dalam keraton untuk semedi atau meditasi, atau salat hajat di masjid dalam keraton yakni Masjid Paromosono atau Masjid Pujosono.

“Setelah kirab juga masih ada prosesi doa bersama atau wilujengan yang tidak hanya mendoakan dalem Sinuhun beserta seluruh kerabatnya tetapi juga wilujengan untuk Negara Republik Indonesia,” ujar Benowo, Jumat (22/9/2017) dini hari.

Selain memiliki perhitungan tersendiri untuk menggelar kirab, pihak Kraton pun memberangkatkan sejumlah pusaka Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat lebih awal dari biasanya saat Kirab Malam 1 Sura.

"Tak perlu menunggu sampai dini hari seperti yang sudah-sudah. Lebih cepat kirab dilakukan,lebih baik. Asalkan tidak melanggar dari aturan Kraton," terangnya.

Sementara itu, dengan adanya kirab 1 Suro yang digelar Keraton Kasunanan Surakarta, terjadi penumpukan kendaraan di beberapa titik. Terpantau aparat Kepolisian Polresta Surakarta sibuk mengatur arus lalu-lintas. (sym)

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini