nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada-Ada Saja! Ajak Ratusan Anak Pegangi Gaun, Pengantin Ini Diperiksa Polisi

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Sabtu 23 September 2017 11:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 23 18 1781487 duh-libatkan-ratusan-anak-untuk-membawa-ekor-gaun-pasangan-pengantin-ini-diperiksa-polisi-XwWAf1PLZz.jpg Sepasang pengantin di Sri Lanka diperiksa polisi akibat pesta pernikahan. (Foto: AFP)

KOLOMBO - Penikahan tentunya menjadi salah satu tahap yang penting dan sakral dalam kehidupan seseorang. Tak jarang, beberapa orang memiliki mengadakan pesta pernikahan yang lain dari pada biasanya agar momen bahagia itu menciptakan kenangan yang luar biasa.

Sepasang pengantin baru asal Sri Lanka satu ini kemungkinan tak akan pernah lupa dengan pesta pernikahan mereka yang membuat keduanya berurusan dengan polisi. Usai menggelar pesta resepsi pasangan pengantin yang menikah pada Jumat 22 September langsung digelandang pihak berwenang.

Melansir Strait Times, Sabtu (23/9/2017), pasangan pengantin tersebut diketahui melibatkan ratusan anak-anak dalam pesta mereka. Ratusan anak tersebut ditugaskan untuk memegang ekor gaun mempelai perempuan yang saat itu mengenakan pakaian tradisional yang disebut Sari.

Sekira 250 siswa dari sebuah sekolah negeri itu ditugaskan untuk memegangi ekor Sari sepanjang 3,2 kilometer saat pasangan tersebut berjalan kaki menyusuri jalan utama di distrik Kandy. Selain itu, 100 anak lainnya dilaporkan bertugas untuk membawa bunga.

Anak-anak membawa ekor Sari pengantin perempuan. (Foto: AFP)

Panjang ekor Sari yang dipakai oleh mempelai perempuan yang tak disebutkan namanya itu merupakan Sari terpanjang yang pernah dipakai oleh seorang pengantin di Sri Lanka. Pesta pernikahan itu diketahui dihadiri oleh orang terkemuka di Sri Lanka yakni kepala daerah provinsi setempat Sarath Ekanayaka sebagai tamu istimewa.

Pasangan pengantin tersebut diperiksa oleh polisi berdasarkan laporan Badan Perlindungan Anak Nasional atau National Child Protection Authority (NCPA). Laporan ini dibuat karena anak-anak tersebut terlibat pesta saat hari dan jam belajar seharusnya tengah berlangsung.

"Proses penyelidikan telah dimulai. Apa yang mereka (pesta pernikahan) lakukan adalah pelanggaran hak anak. Mereka merampas hak pendidikan anak-anak, mempertaruhkan keamanan mereka dan merugikan martabat mereka. Dan ini jelas adalah adalah tindak pidana," ujar Ketua NCPA, Marini de Livera.

Hal yang dianggap bertentangan dengan hukum tersebut akan membuat oknum atau tersangka yang bersalah atas insiden ini terancam hukuman 10 tahun penjara.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini